Breaking News:

Donald Trump Sebut Pembunuhan Jenderal Iran Demi Hentikan Perang, Tapi Nyatanya Tak Semudah Itu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkata ia memerintahkan membunuh jenderal Iran Qassem Soleimani demi menghentikan perang.

Theusposts.com
Qassem Soleimani dan Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkata ia memerintahkan membunuh jenderal Iran Qassem Soleimani demi menghentikan perang.

Namun kenyataannya tak sesederhana itu.

Michael Ware, seorang jurnalis CNN dan majalah Time yang pernah tinggal di Baghdad tahun 2003-2009 memberikan analisisnya.

Bukannya untuk menghentikan perang, Trump justru menggertak Teheran dengan satu tindakan paling berani yang dilakukan Amerika setelah bertahun-tahun.

Sebelumnya, tak ada satupun presiden Amerika yang berani "memulai perkelahian" dengan Teheran seperti itu.

Aksi Amerika membunuh Soleimani disebut tindakan yang berani dan provokatif.

Aksi tersebut dapat memicu lebih banyak konflik di Timur Tengah, yang pastinya tak akan menghentikan perang.

Modus Penipuan Keraton Agung Sejagat, Pengikut Harus Setoran Rp 30 juta dan Dijanjikan Gaji Besar

Anak, Menantu, Ipar, dan Besan Jokowi Ikut Pilkada 2020, Pengamat: Oligarki Politik Makin Kuat

Iran Tangkap dan Tahan Sejumlah Orang, Diduga Pelaku yang Jatuhkan Pesawat Ukraina dengan Rudal

Perang Berpuluh-puluh Tahun

()

Amerika vs Iran

Konflik antara Amerika dan Iran telah berlangsung lebih dari 40 tahun.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved