Berita Aceh Singkil

Goresan Tangan Terdakwa Pembunuh Sopir Travel, Rela Dihukum Mati Demi Menebus Dosa

Tatapannya kosong, wajahnya murung. Laki-laki 33 tahun itu menundukkan wajah ketika dilihat dari balik jeruji besi.

Goresan Tangan Terdakwa Pembunuh Sopir Travel, Rela Dihukum Mati Demi Menebus Dosa
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Hadi Nurfaton (33) terdakwa pembunuh Syafriansyah sopir travel, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Aceh Singkil, Kamis (16/1/2020). 

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Hadi Nurfaton duduk seorang diri di bangku kayu panjang dalam sel tahanan Pengadilan Negeri Singkil, Kamis (16/1/2020).

Tatapannya kosong, wajahnya murung.

Laki-laki 33 tahun itu menundukkan wajah ketika dilihat dari balik jeruji besi.

Di tanggan kanannya gulungan kertas Hvs putih tak mau lepas dari genggaman.

Kertas itu berisi pledoi (pembelaan) hasil goresan tangan si terdakwa pembunuh Syafriansyah sopir travel.

Sementara plastik transparan berisi nasi bungkus di sampingnya tak tersentuh.

Hingga sidang dimulai menjelang pukul 12.00 WIB siang, ia lebih memilih menggengam kertas Hvs.

JPU Tetap Menuntut Mati Terdakwa Pembunuh Sopir Travel di Aceh Singkil

Terdakwa Pembunuh Sopir Travel di Aceh Singkil Menerima Dihukum Mati

Terdakwa Pembunuh Sopir Travel di Aceh Singkil Sampaikan Pembelaan dengan Tulisan Tangan

"Saya menulis sendiri, kertasnya diberi," kata penduduk Kreung Itam, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, tersebut, saat ditanya pledoi yang disiapkannya.

Hadi Nurfaton dalam pembelaanya menyatakan rela menerima hukuman mati, sebagai penebus dosa atas perbuatannya hilangkan nyawa orang.

Halaman
1234
Penulis: Dede Rosadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved