Mutia Serahkan Syafridawati ke Majikan di Halte  

Hilangnya Syafridawati (27), gadis Aceh di Malaysia ternyata juga membuat heboh masyarakat Aceh di negeri jiran tersebut

Mutia Serahkan Syafridawati ke Majikan di Halte   
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Nurdin (70) ayah Syafridawati, gadis asal Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang hilang di Malaysia saat membuat laporan di Polda Aceh, Senin (13/1/2020). 

* Kasus Hilangnya Gadis Aceh di Malaysia

* Beredar Isu Menikah dengan Orang India

 BANDA ACEH - Hilangnya Syafridawati (27), gadis Aceh di Malaysia ternyata juga membuat heboh masyarakat Aceh di negeri jiran tersebut. Kehebohan itu malah telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Saat ini, warga Aceh di Malaysia masih terus berusaha menemukan gadis asal Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara ini.

Bukhari Bin Ibrahim (45) adalah salah satu tokoh Aceh di Malaysia yang sejak lima bulan terakhir sibuk mencari dan mendeteksi keberadaan putri bungsu Nurdin (70) tersebut. Bukhari juga membenarkan cerita ayah sang gadis bahwa anaknya dibawa oleh Mutia--yang tak lain orang sekampung Syafridawati--ke Malaysia pada Agustus 2015 lalu.

"Dari hasil pengecekan kami, benar Syafridawati dibawa ke sini (Malaysia) oleh Mutia. Dia juga orang kampung Syafridawati. Mutia bertugas membawa Syafridawati, ada kawannya satu lagi di sini, tugasnya mencari peluang kerja, mereka berdua agen," kata Bukhari dalam wawancaranya dengan Serambi via sambungan telepon dari Malaysia, Rabu (15/1/2020).

Seperti pernah diberitakan media ini sebelumnya, Bukhari merupakan salah satu orang yang paling dicari saat ada warga Aceh mengalami musibah di Malaysia. Bukhari sudah sangat sering memfasilitasi pemulangan jenazah ke Aceh, menyelesaikan perkara tabrakan, hingga menangani kasus-kasus penyiksaan dan penjualan manusia.

Terkait kasus hilangnya Syafridawati, Bukhari mengaku sudah berusaha menangani kasus itu sejak lima bulan terakhir. Dia juga sering berkomunikasi dengan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH yang aktif berhubungan dengan ayah Syafridawati di Aceh.

Selain terus mencari keberadaan Syafridawati, beberapa bulan lalu Bukhari bersama para tokoh Aceh di Malaysia juga sudah membawa Mutia--orang yang membawa Syafridawati ke Malaysia--ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Di KBRI, Mutia telah mengaku bahwa dirinya yang membujuk dan membawa Syafridawati ke Malaysia pada 2015 silam.

Dalam penjelasannya kepada petugas KBRI, suatu hari Mutia mengaku mengantar Syafridawati ke majikannya di pinggir jalan, tepatnya di salah satu halte. Mutia mengaku menyerahkan Syafridawati ke majikan lalu mereka pergi. Sejak saat itu, Mutia tak lagi mengetahui kemana Syafridawati.

"Penjelasan pertama saat di KBRI, katanya Mutia mengantar Syafridawati menggunakan taksi. Lalu mereka turun di pinggir jalan, kemudian menuju sebuah halte. Di situlah Syafridawati diserahkan ke seorang majikannya. Mutia mengaku tak mengetahui di mana alamat majikan tersebut," kata Bukhari.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved