Santri IQ ke Serambi

Santri Dayah Insan Qur'ani Berkunjung ke Harian Serambi Indonesia, Ini yang Ingin Dipelajari

Dalam ruang kerja Pemred Harian Serambi Indonesia ini, Ustaz Rahmat pun menerangkan maksud kedatangannya bersama 8 santriwan dan santriwati.

Santri Dayah Insan Qur'ani Berkunjung ke Harian Serambi Indonesia, Ini yang Ingin Dipelajari
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Santriwan dan santriwati Departemen Jurnalistik Dayah Insan Qurani (IQ) Aneuk Batee, Aceh Besar, mendengar penjelasan Pimpinan Redaksi Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, di Meunasah Manyang Pagar Air, Kecamatan Ingin Jata, Aceh Besar, Kamis (16/1/2020). SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI 

Dalam ruang kerja Pemred Harian Serambi Indonesia ini, Ustaz Rahmat pun menerangkan maksud kedatangannya bersama 8 santriwan dan santriwati.

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Delapan santriwan dan santriwati Dayah Insan Qur'ani, Gampong Aneuk Batee, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Kamis (16/1/2020) mengunjungi Kantor Harian Serambi Indonesia.

Kehadiran santriwan dan santriwati Dayah Insan Qur'ani yang dipandu Ustaz Rahmat, diterima langsung Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur yang mengajak masuk ke ruang kerja Pemred.

Dalam ruang kerja Pemred Harian Serambi Indonesia ini, Ustaz Rahmat pun menerangkan maksud kedatangannya bersama 8 santriwan dan santriwati.

Heboh Gajah Liar Masuk Perkarangan Sekolah, Anak-Anak Diliburkan

Kesalahan Lokasi Ujian SKD CPNS Abdya di Sistem Portal BKN belum Diperbaiki, Ini Kata Panitia

JPU Tetap Menuntut Mati Terdakwa Pembunuh Sopir Travel di Aceh Singkil

Salah satunya ingin belajar tentang media serta mengetahui secara detail bagaimana sebuah berita itu bernilai tinggi serta layak atau tidaknya untuk disiarkan.

Pemred Serambi Indonesia ini pun menerangkan panjang lebar sejarah pendirian Harian Serambi Indonesia, 9 Februari 1989 lalu sampai sekarang.

Dalam perjalanannya, perusahaan media terbesar di Aceh ini mampu melewati fase-fase tersulit, mulai konflik Aceh sampai musibah terdahsyat gempa dan tsunami Aceh, pada 26 Desember 2004 silam.

Saat tsunami menerjang hampir seluruh aset Harian Serambi Indonesia saat berkantor di kawasan Baet, Aceh Besar itu luluh lantak.

Bahkan sebanyak 54 karyawan Serambi Indonesia meninggal dunia dalam musibah besar tersebut.

Penjelasan Pemred Zainal Arifin M Nur ini disertai pemutaran video ‘Profile Harian Serambi Indonesia Group’ berdurasi 16.45 menit.

Para Santri Departemen Jurnalistik Dayah Insan Qurani (IQ) Aceh Besar ini, belajar lapang ke Harian Serambi Indonesia ikut ditemani oleh dua wartawan Serambi Indonesia, satu di antaranya Mawaddatul Husna.

Selain melihat redaksi Serambi Indonesia (Serambinews.com), para santri ini juga menjajal studio Serambi FM 90,2 Mhz dan berfoto bersama penyiar Serambi FM Tya Andalusia.

Kemudian para santri ini juga dibawa masuk ke studio Kompas TV, serta melihat langsung mesin percetakan koran milik media terbesar di Aceh ini.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved