Jurnalisme Warga

Siosar, Negeri Jelita dari Rahim Sinabung

Sama halnya dengan pulau-pulau lain yang ada di Indonesia, Pulau Sumatra juga memiliki berbagai destinasi wisata yang memukau dan cocok

Siosar, Negeri Jelita dari Rahim Sinabung
IST
SUHAIMI, alumnus Antropologi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Lhokseumawe melaporkan dari Karo, Sumatera Utara

OLEH SUHAIMI, alumnus Antropologi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter  Lhokseumawe melaporkan dari Karo, Sumatera Utara

Sama halnya dengan pulau-pulau lain yang ada di Indonesia, Pulau Sumatra juga memiliki berbagai destinasi wisata yang memukau dan cocok untuk dikunjungi saat liburan. Uniknya, beberapa destinasi wisata di Indonesia muncul persis setelah bencana alam melanda, salah satunya adalah Desa Relokasi Siosar yang terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Siosar adalah salah satu desa baru yang lahir tepat setelah meletusnya Gunung Sinabung beberapa tahun lalu. Desa ini diperuntukkan bagi masyarakat korban erupsi Sinabung yang desanya tak dapat lagi ditempati. Erupsi awan panas Sinabung melenyapkan beberapa desa yang berada di bawahnya.

Sinabung merupakan salah satu gunung yang banyak dibicarakan di Indonesia beberapa tahun belakangan. Hal ini dikarenakan erupsinya yang terus berulang sejak pertama kali terjadi pada tahun 2010 silam. Gunung api yang memiliki ketinggian 2.460 ini mendadak aktif kembali dan meletus pada tahun 2010. Setelah berhenti beberapa saat, Gunung Sinabung kembali erupsi tahun 2013 dan masih berlangsung sampai tahun 2015 (BNPB, 2016).

Masih berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB, 2016), sejak pertama kali terjadi tahun 2010, erupsi Gunung Sinabung tak kunjung berhenti hingga tahun 2017. Akibatnya, status Sinabung dinaikkan menjadi level ‘awas’. Hal ini memaksa masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Sinabung mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Periode erupsi Gunung Sinabung yang relatif  panjang telah  menimbulkan dampak terhadap kehidupan dan aktivitas penduduk yang berada di  sekitarnya. Rangkaian letusan gunung tersebut telah menyebabkan jumlah pengungsi mencapai 26.174 jiwa (8.161 KK) yang tersebar di 39 titik pengungsian (BNPB, 2016).

Siosar yang memesona

Desa relokasi Siosar lahir melalui Surat Keputusan Presiden  Joko Widodo Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Korban Bencana Erupsi Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumut. Setelah surat tersebut beredar, maka pembentukan tempat penampungan korban erupsi Sinabung segera dilakukan. Salah satu isi keputusan surat presiden itu adalah menerbitkan izin pinjam pakai kawasan hutan lindung Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, sebagai tempat hunian baru bagi korban erupsi Sinabung.

Siosar adalah perwujudan keindahan daerah perbukitan. Daerah ini menjamin pemandangan yang mengagumkan bagi siapa pun yang melihatnya. Siosar adalah kawasan perbukitan yang memiliki potensi sebagai kawasan wisata. Beberapa puncak gunung yang memiliki pemandangan indah dapat dinikmati di kawasan ini. Beberapa waktu lalu saya dan sejumlah teman mengunjungi Siosar untuk penelitian awal kajian etnografi. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk liburan.

Dari  pusat Kota Kabanjahe, jarak menuju Siosar butuh waktu sekitar 30 menit menggunakan sepeda motor. Kabar baiknya, jalan menuju Siosar mulus bak suara Adele. Liukan badan jalan ditambah pemandangan hijau kiri-kanan membuat perjalanan semakin aduhai. Saya yakin, di tengah perjalanan, Anda pasti akan terkagum-kagum pada keindahan Siosar. Di tengah perjalanan terdapat beberapa desa yang dilewati sebelum sampai ke Siosar. Jika beruntung, kita dapat melihat masyarakat yang sedang merayakan hari-hari sakral layaknya resepsi adat pernikahan yang dipenuhi atraksi budaya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved