Tingkatkan Populasi, Pemerintah Rusia Siapkan Rp 100 Juta Bagi Warga yang Melahirkan

Putin menyebutkan bahwa ia bertekad untuk memastikan adanya pertumbuhan populasi yang stabil di Rusia.

(Reuters/Maxim Shipenkov)
Pernyataan Putin ini menjadi satu lagi pengobar ketegangan antara Ankara dan Moskow usai jet Rusia di tembak jatuh oleh Turki. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin pada hari Rabu (15/1/2020) mengumumkan insentif keuangan baru untuk mendorong Rusia agar memiliki lebih banyak anak guna meningkatkan populasi.

Putin berupaya meningkatkan angka kelahiran anak oleh seorang wanita Rusia dari jumlah rata-rata di bawah 1,48 per wanita menjadi 1,7 dalam empat tahun.

Rata-rata angka kelahiran wanita Rusia saat ini adalah 1,59 kelahiran per wanita.

"Nasib Rusia dan prospek bersejarahnya bergantung pada berapa banyak dari kita," kata Putin dalam pidato tahunan kepada anggota parlemen. Rusia mengalami penurunan angka kelahiran karena generasi yang menjadi orangtua sekarang lahir pada 1990-an, ketika angka kelahiran turun secara drastis karena ketidakpastian ekonomi." Ujar Putin seperti dikutip dari AFP via Latestly.com pada Kamis (16/1/2020).

Putin menyebutkan bahwa ia bertekad untuk memastikan adanya pertumbuhan populasi yang stabil di Rusia.

Ia menyebutkan bahwa kemiskinan adalah faktor kunci yang membatasi keluarga untuk tidak melahirkan.

Putin bahkan menawarkan insentif keuangan baru untuk melahirkan.

Pada tahun 2007, Putin telah menawarkan pembayaran untuk semua keluarga yang memiliki bayi kedua atau anak lebih banyak.

Sementara itu, presiden Rusia ini juga menjanjikan akan memberikan uang sekitar USD 7.600 (Rp 103 juta) kepada semua perempuan yang melahirkan.

Sebelumnya, dana tersebut hanya diberikan sekali kepada keluarga dengan dua anak.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved