Ulama Aceh Dorong Percepatan Implementasi UU Pesantren  

Sejumlah ulama Aceh, Rabu (15/1/2020), melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar

Ulama Aceh Dorong Percepatan Implementasi UU Pesantren   
FOTO KIRIMAN FACHRUL RAZI
Sejumlah ulama Aceh melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, di kantor DPP partai tersebut, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020). 

JAKARTA - Sejumlah ulama Aceh, Rabu (15/1/2020), melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, di kantor dewan pimpinan pusat (DPP) partai tersebut, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Salah satu hal yang disampaikan ulama Aceh dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKB dari Dapil Aceh II, H Ruslan M Daud (HRD), adalah mendorong percepatan implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Ulama Aceh yang hadir dalam pertemuan dengan Gus Muhaimin, itu antara lain Tgk H Hasanoel Bashry (Abu Mudi), Tgk H Nuruzzahri Yahya (Waled Nu), Abu Ishak Lamkawe, Tgk H Faisal Ali alias Lem Faisal (Ketua PWNU Aceh), Tgk Dr Muntasir Abdul Kadir (Ketua PCNU Bireuen), Abi Zahrul (Direktur Ma’had Ali MUDI), Tgk Iskandar Zulkarnaen PhD (Wakil Ketua PW NU Aceh), dan Tgk Usman (Anggota DPRK Bireuen Fraksi PKB).

Pada kesempatan tersebut, Abu Mudi menyatakan, atas nama rombongan dirinya menyampaikan apresiasi atas perjuangan PKB yang sudah mendorong disahkannya UU tentang Pesantren.      Sebagai payung hukum, menurut Abu Mudi, undang-undang tersebut akan berdampak terhadap banyak aspek di pesantren. “Sebagai pimpinan Mudi Mesra, saya merasa senang dan bersyukur dengan hadirnya UU Pesantren yang diprakarsai oleh PKB,” apresiasi Abu Mudi yang juga Ketua Mustasyar Himpunan Ulama Dayah Aceh.

Namun demikian, sambungnya, ulama sepakat bahwa masih ada pekerjaan panjang untuk memaksimalkan dampak dari UU dimaksud. Salah satunya, untuk mengimplimentasikan UU Pesantren, masih dibutuhkan banyak turunan peraturan dan kebijakan yang harus dikebut oleh pemerintah.

“Sebagai partai pengusung dan koalisi dengan pemerintah ditambah lagi dengan ketua umum sebagai pimpinan DPR RI, PKB punya kekuatan politik untuk mempercepat implementasi UU Pesantren. Kami yakin pesantren akan berkembang lebih pesat dengan dukungan aktif dari pemerintah,” timpal Waled Nuruzzahri yang juga Pimpinan Dayah Ummul Ayman, Samalanga, Bireuen, sekaligus Ketua Syuriah PWNU Aceh.

Delegasi tersebut juga mendorong agar dibentuk satu lembaga khusus yang menangani pesantren, mengingat pesantren memiliki kontribusi yang signifikan untuk bangsa dan negara. “Secara historis, ulama dan pesantren berkontribusi besar dalam merebut kemerdekaan. Perlu juga kita garisbawahi bahwa pesantren adalah bagian yang tak terpisahkan dalam pembangunan bangsa ini. Karena itu, permintaan supaya dibentuknya lembaga khusus yang membawahi pesantren adalah sesuatu yang sangat logis” tambah Lem Faisal yang juga Ketua Tanfiziyah NU Aceh.

Sementara itu, HRD yang memfasilitasi pertemuan tersebut menyampaikan, apresiasi atas waktu Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, untuk bersilaturahmi dengan ulama Aceh dan rombongan. “Kami ucapkan terima kasih atas waktu dan sambutan hangat Gus Muhaimin Iskandar kepada para ulama Aceh dan rombongan. Insya Allah pertemuan ini akan memberi manfaat untuk bangsa dan agama,” ujar Bupati Bireuen Periode 2012-2017 ini.

Gus Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran ulama dari Aceh di Kantor DPP PKB. Ia juga menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan ulama sehingga Aceh berhasil mengirim dua kader terbaiknya ke DPR RI. “Khusus untuk Dapil Aceh II, ini pecah telor. Saya sangat berterima kasih atas doa dan dukungan abu-abu. Saya sudah tugaskan HRD dan Pak Irmawan di Komisi V supaya fokus membangun infrastruktur di Aceh dalam semua lini. Saya yakin dalam tempo lima tahun ke depan, infrastruktur Aceh akan jauh lebih maju dengan kerja-kerja politik kedua putra terbaik Aceh ini,” tutup Gus Muhaimin didampingi Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid.

Selain menemui Ketua Umum PKB, ulama Aceh dan rombongan juga bersilaturahmi dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA, dalam rangka memperkuat sinergitas PKB dan NU di Aceh. “PKB lahir dari rahim NU. Sebagai instrumen politik warga NU, sinergitas PKB dan NU adalah sebuah keniscayaan. Saya yakin dengan dukungan Pak Ruslan dan Pak Irmawan, PKB akan lebih sinkron dengan pengurus NU di Aceh,” ungkap Said Aqil, optimis. (fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved