Rabu, 29 April 2026

Marisa Padila, Siap Bertarung di Liga Dangdut

Gadis yang lahir di hamparan perkebunan kopi, Tanah Gayo bernama Marisa Padila, siap bertarung di ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 3 Tahun 2020

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Marisa Padila. 

Gadis yang lahir di hamparan perkebunan kopi, Tanah Gayo bernama Marisa Padila, siap bertarung di ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 3 Tahun 2020. Ia bertekad menyusuri jejak dua seniornya Nabila dan Faul Lida yang sudah membuka jalan indah bagi generasi berbakat seni vokal dari Aceh.

Mewakili Kabupaten Bener Meriah, Ica--sapaan akrab Marisa Padila--sudah lama menaruh impian untuk bisa berada di panggung gemerlap yang ditonton jutaan pasang mata rakyat Indonesia itu. Untuk diketahui, LIDA merupakan ajang dangdut paling kompetitif yang digelar stasiun televisi swasta, Indosiar.

"Saya ingin membanggakan masyarakat Tanah Gayo, Tanah Aceh, dan masyarakat Indonesia. Saya ingin jadi permata bagi masyarakat melalui bakat seni suara yang saya miliki," kata Ica yang sejak dua pekan lalu sudah berada di Jakarta.

Orang tuanya, M Yusuf dan Aida Wati, memberi segenap cinta dan dukungan bagi si bungsu dari tiga bersaudara ini. Demikian juga dengan kakaknya Taslina, dan abangnya Aidul Fadlan. Dalam banyak kesempatan, M Yusuf sekeluarga ikut mengantar Ica ke berbagai event seni di Bener Meriah dan Aceh Tengah.

"Doakan agar Ica bisa mengukir prestasi juga, ya. Mohon dukungannya," kata M Yusuf dalam satu kesempatan di Bener Meriah. Ica sebetulnya ingin langsung ikut pada LIDA tahun 2019. Tapi, saat itu batal karena ia belum cukup umur yang disyaratkan panitia.

Menetap di desa kecil, Sukarami, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, Ica yang lahir pada 9 Februari 2005, saat ini tercatat sebagai pelajar SMP Negeri 1 Wih Pesam. Pendidikan sekolah dasar juga ia jalani di desanya yang dilingkupi hamparan kebun kopi tersebut. Seperti warga Tanah Gayo umumnya, keluarga Ica juga bekerja sebagai petani kopi.

Bakat menyanyi Ica sudah mulai kentara saat ia berumur tujuh tahun. Saat itu, Ica mengikuti aneka lomba baik tingkat SD maupun SMP. Sejak itulah, Ica mulai membayangkan menjadi seorang penyanyi yang baik dan profesional. Angannya itu ia pupuk dengan baik. Ica mulai tekun berlatih nyanyi, mempelajari lagu-lagu dari genre pop, dangdut, dan sebagainya.

Bakat dan kemampuan menyanyinya itu lalu disalurkan dalam kompetisi The Voice Kids Indonesia di Global TV. Ia berhasil sampai ke tahap 3. Saat mengikuti lomba tersebut, Ica masih dudul di kelas 5 SD. Ica ters mengasah kemampuan vokal dan seni panggungnya dengan mengikuti banyak acara pentas seni, seperti di ulang tahun Aceh Tengah bersama Nabila LIDA dan Naura "The Voice Kids Indonesia" serta acara di Rumah Adat Baleatu Redelong bersama Faul LIDA.

Keterampilan bernyanyi terus diasah dengan belajar ke banyak orang. Pada awal audisi untuk LIDA 2020, Ica secara khusus belajar vokal kepada seorang penyanyi senior Gayo, Zuhra, di Takengon. Bimbingan vokal kepada Ica kemudian diberikan oleh Nina Lucky dan Soneta setelah ia lolos audisi. "Alhamdulillah, saya bersyukur lolos tahap audisi. Tapi, langkah masih panjang, doakan Ica ya," harapnya setelah Ica dinyatakan menjadi duta Aceh.

Ica mengagumi penyanyi Agnes Mo dan Soimah, yang merupakan dua punggawa panggung hiburan Indonesia. Ia terkagum dengan kemampuan nada tinggi Agnes Mo. Terhadap Soimah, Ica kagum dengan cara mengajarnya yang tegas pada saat mengomentari peserta LIDA. Dari desa kecil, Sukarami, Bener Meriah, Ica si gadis kopi, mulai menapaki mimpi-mimpinya. Selamat berjuang! (fikar w eda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved