Berita Aceh Barat

Bupati Ramli: Siswa yang Berkeliaran di Luar Sekolah Harus Diberi Sanksi

Banyak siswa yang ditangkap Satpol PP dan WH, saat nongkrong di warung kopi dan kafe-kafe pinggir pantai.

Bupati Ramli: Siswa yang Berkeliaran di Luar Sekolah Harus Diberi Sanksi
Serambinews.com
Bupati Aceh Barat Ramli MS. 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Bupati Aceh Barat menyoroti tingkat kedisplinan sebagian siswa tingkat SMA di Aceh Barat yang sering berkeliaran di luar sekolah.

Pasalnya, masih ada siswa yang sering nongkrong di warung kopi dan kaffe-kaffe pinggir pantai yang selama ini sering ditangkap oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH).

“Kita minta kepada guru atau kepala sekolah untuk memberikan sanksi kepada siswa yang berkeliaran diluar sekolah, hal itu guna memberikan efek jera, sekaligus mendidik moral mereka untuk hal positif,” harap Bupati Ramli MS, saat pertemuan dengan para kepala sekolah tingkat SMA dan pengawas yang berada dibawah wilayah Cabang Dinas Pendidikan Aceh, wilayah  Aceh Barat, di Ruang Rapat Bupati, Jumat (16/1/2020).

Pihaknya merasa kecewa jika mereka yang tidak disilin itu tidak diberikan sanksi oleh gurunya, sehingga tidak ada efek jera dan hal itu akan terus berulang.

“Bagi saya yang penting anak-anak kita harus menjadi anak yang saleh dan bermoral, maka harus diberikan sanksi siswa yang berkeliaran di luar sekolah," imbuhnya.

Dikatakan Bupati, ada tiga hal yang dapat merusak moral generasi muda yaitu narkoba, pergaulan bebas dan internet yang tidak sehat, sehingga hal tersebut perlu dibenahi terus sejak sekarang secara bersama-sama.

ia menyarankan, jika diperlukan sekolah bisa membentuk intelijen kusus untuk memantau siswa yang berkeliaran saat jam sekolah, karena ini sudah parah sekali dan jika terus dibiarkan maka bagaimana dengan moral mereka kedepan.

"Jika anak-anak tersebut tidak berubah juga setelah ada sanksi, maka diminta untuk memanggil orang tua mereka atau serahkan kembali kepada orang tuanya kalau sudah tidak bisa didik lagi,”tegas bupati.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Barat, Hajidam mengatakan, walaupun guru SMA dan SMK kewenangan dan pengelolaannya sudah ke Provinsi, hal itu tidak menghilangkan kewenangan Kabupaten/Kota terhadap Guru SMA dan SMK karena Guru SMA/SMK berada di Kabupaten dan yang dididik adalah anak-anak yang berada di Kabupaten.

"Benar bahwa Bapak Bupati tidak bisa langsung memindahkan kita tapi beliau bisa berkoordinasi ke Gubernur, kita jangan mengkotak-kotakkan, kita hanya administrasi kepegawaian dan keuangan yang kewenangannya pindah ke Provinsi tapi yang lain tidak, kami para guru SMA dan SMK masih mengharapkan arahan dan bimbingan Bupati,” tuturnya.

Pertemuan tersebut guna membicarakan tentangkah dan metode dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tingkat SMA di Aceh Barat.

Dalam kEsempatan tersebut, Bupati Ramli MS menyampaikan bahwa pihaknya tidak menganggap asing para guru di tingkat SMA meski pengelolaan dan kewenangan mereka telah ditangani oleh Provinsi, bahkan dirinya, telah melakukan rapat sebanyak 7 kali untuk membahas masalah sarana dan prasarana sekolah di tingkat SMA.

“Apabila guru SMA, SMK dan SLB ada program seperti rehab, penambahan kelas atau pengadaan mobile, dapat diusulkan ke Dinas Pendidikan Aceh Barat, nanti Bupati akan mengusulkan ke Gubernur melalui Dinas Pendidikan Aceh,” tutup Bupati Ramli MS.(*)

Warga Aceh di Amerika Bantu Kek Samidan yang Hidup Sebatang Kara di Gubuknya

Bupati Bireuen Saifannur Dikabarkan Meninggal Dunia, Humas Bireuen: Bapak Sedang Dirawat di Medan

Pura-pura Adiknya Dipukuli, Tiga Remaja Rampas Hp Dua Remaja Baktiya di Tempat Sepi

Kasus Wartawan di Meulaboh Diancam Tembak, Dewan Pers Layangkan Surat ke Kapolres Aceh Barat

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved