Kisah TKW Aceh di Malaysia, Setelah 15 Tahun Tihasanah Pulang dengan Kursi Roda

Menjadi seorang tenaga kerja wanita (TKW) di negeri orang itu penuh perjuangan. Begitulah yang dialami Tihasanah (58), TKW asal Desa Bireuen

Kisah TKW Aceh di Malaysia, Setelah 15 Tahun Tihasanah Pulang dengan Kursi Roda
SERAMBINEWS.COM/ FERIZAL HASAN
Derita Tihasanah (58), TKW Aceh di Malaysia yang sudah merantau 15 Tahun ke negeri jiran, Tihasanah pulang kampung dengan kondisi lumpuh, Kamis (16/1/2020). 

Menjadi seorang tenaga kerja wanita (TKW) di negeri orang itu penuh perjuangan. Begitulah yang dialami Tihasanah (58), TKW asal Desa Bireuen Meunasah Blang, Kota Juang, Kabupaten Bireuen. Demi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Tihasanah berjuang sebatang kara dengan menjadi juru masak pada warung pinggir jalan (kantin) di kawasan perumahan penduduk di Puchong, Selangor, Malaysia.

Tihasanah ini sudah merantau ke Malaysia selama 15 tahun. Namun pada pertengahan Desember 2019 lalu, Tihasanah tiba-tiba jatuh sakit dan menderita lumpuh. Saat di Malaysia, untuk tempat tinggalnya, Tihasanah menyewa bilik (kamar) pada sebuah bangunan di kawasan tempat dia bekerja. Semenjak mengalami lumpuh sebelah badan, Tihasanah dibantu oleh para tetangga kamarnya.

Para tetangga Tihasanah ini adalah para perempuan-perempuan asal Indonesia, terutama dari Pulau Jawa, yang juga bekerja di kawasan tersebut. "Sudah dua minggu terakhir Kak Tihasanah ini tergeletak di tempat tidur, tidak bisa apa-apa lagi," kata Bukhari Bin Ibrahim, tokoh Aceh di Malaysia, melalui pesan WhatsApp kepada Serambi, Selasa (7/1/2020) lalu.

Informasi diperoleh Bukhari, Tihasanah sudah merantau ke Malaysia sejak 15 tahun lalu. Selama 15 tahun pula, Tihasanah bekerja sebagai juru masak pada warung pinggir jalan (kantin) di kawasan perumahan penduduk di Puchong, Selangor, Malaysia.  "Setelah mendapat informasi ada perempuan Aceh yang mengalami lumpuh, kita langsung datang menjenguknya," kata Bukhari.

Segala biaya ditanggung dengan dana sumbangan dari masyarakat Aceh. "Kita juga menyiagakan beberapa perempuan di kawasan itu untuk membantu keperluan Tihasanah," ungkap Bukhari.

Akhirnya, para tokoh dan masyarakat Aceh di Malaysia, mengumpulkan dana untuk membawa pulang Tihasanah ke Bireuen via Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (16/1/2020), dalam kondisi lumpuh.

Kini Tihasanah Sudah Tiba di kampung halamannya. Tepatnya pada Kamis (16/1/2020) sekira pukul 17.30 WIB, Tihasanah tiba di Desa Bireuen Meunasah Blang, Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Saat tiba di kampungnya, ketika turun dari mobil penumpang umum, Tihasanah langsung dibopong keluarganya, karena ia sudah tidak bisa berjalan lagi. Saat tiba di kediamannya, suasana haru serta isak tangis menyelimuti keluarga Tihasanah. Betapa tidak, 15 tahun lalu saat Tihasanah merantau ke Malaysia, ia dalam kondisi sehat dan bugar.

Kini setelah 15 tahun pulang merantau, Tihasanah harus pulang dalam kondisi lumpuh.

Tihasanah juga berasal dari keluarga kurang mampu. Dia adalah putri pertama ibu Maryam Hasyem yang menetap di Desa Meunasah Blang Kota Juang.

"Saya sudah merantau ke Malaysia selama 15 tahun, saya sakit lumpuh pada pertengahan Desember 2019," kata Tihasanah dengan nada terbata-bata saat ditemui Serambi beberapa saat setelah tiba di kampungnya, Kamis (16/1/2020) sore. (ferizal hasan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved