Berita Banda Aceh

LSM Rumoh Transparansi Minta Polda Usut Dugaan Perambahan Hutan di Aceh Tamiang

LSM Rumoh Transparansi meminta Kepolisian Daerah (Polda) Aceh serius mengusut dan melakukan superfisi terkait dugaan perambahan kawasan hutan yang..

LSM Rumoh Transparansi Minta Polda Usut Dugaan Perambahan Hutan di Aceh Tamiang
For Serambinews.com
LSM Rumoh Transparansi menggelar pertemuan dengan tim Tipiter Dit Reskrimsus Polda Aceh, Jumat (17/1/2020). 

LSM Rumoh Transparansi Minta Polda Usut Dugaan Perambahan Hutan di Aceh Tamiang

 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  - LSM Rumoh Transparansi meminta Kepolisian Daerah (Polda) Aceh serius mengusut dan melakukan superfisi terkait dugaan perambahan kawasan hutan yang dikonversi menjadi kebun sawit tanpa ijin dalam hutan produksi di Alur Kering, Desa Kaloy, Aceh Tamiang. 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Rumoh Transparansi, Crisna Akbar, Jumat (17/1/2020) setelah melakukan pertemuan dengan pihak Ditreskrimsus Polda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut Crisna Akbar yang didampingi oleh koordinator tim legal Rumoh Transparansi Andi Suhanda SH dan Sekretaris Direktur Sulaiman SH langsung menuju ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terparu Polda Aceh

Kedatangan tersebut bermaksud melakukan laporan polisi terkait dugaan kebun ilegal dalam kawasan hutan tersebut hanya saja untuk tahapan awal mereka dituntun untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Ditreskrimsus Polda Aceh.

Dalam pertemuan dengan Tipiter Polda Aceh tersebut dia menjelaskan bahwa sebelumnya Rumoh Transparansi telah melaporkan kasus tersebut ke Pihak Kepolisian Resort Aceh Tamiang pada tanggal 14 september 2018. “Hanya saja sampai dengan saat ini laporan tersebut tidak ditindaklanjuti,” katanya.

Pemimpin Tinggi Iran Pimpin Salat Jumat Pertama Kalinya dalam 8 Tahun, Kecam dan Sebut Amerika Badut

Satreskrim Polres Pijay Salurkan Sembako untuk Warga Miskin

Dulu Viral dan Sempat Jadi Jutawan, Ponari Kini Kerja Jadi Sales dan Siap Menikahi Calon Istrinya

Crisna menambahkan bahwa kasus ini juga bukan hanya telah diterima polres Aceh Tamiang melalui Kasium di Polres setempat,  kasus ini bahkan sudah pernah dilakukan penyelidikan lapangan pada tanggal 19 sampai dengan 20 september 2018. 

“Hasil kunjungan lapangan bersama dengan Polres Aceh Tamiang ditemukan 3 orang pekerja yang salah satunya adalah wakil manager dari perusahaan tersebut,” katanya. 

“Akibat keterlambatan penanganan kasus ini, kami melaporkannya kembali ke Polda Aceh sehingga kasus ini benar-benar mendapat perhatian dari penegak hukum dan harusnya polda serius menanggapi hal tersebut,” katanya.

Dia menambahkan, pihak tipiter menyarankan untuk menyurati kembali Polres Aceh Tamiang untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut dan kemudian menembuskannya kepada Kapolda Aceh sehingga mereka juga dapat melakukan konfirmasi terhadap kasus tersebut. 

Menyikapi hal ini, Crisna Akbar menambahkan akan segera menyurati Polres Aceh Tamiang kembali namun perlu keseriusan dari Pihak polda untuk melakukan supervisi dan menanyakan perkembangan kasus tersebut kepada polres yang bersangkutan

“Kami juga berharap agar pihak Polda Aceh serius menangani dan melakukan kontrol terhadap kasus ini pasalnya perkebunan seluas 302 hektare ini berada dalam kawasan hutan produksi milik negara,” pungkasnya. (*)

Kuota Pupuk Bersubsidi Bertambah, Bupati Minta Dinas Pertanian dan Polisi Kawal Pendistribusian

Dulu Viral dan Sempat Jadi Jutawan, Ponari Kini Kerja Jadi Sales dan Siap Menikahi Calon Istrinya

Heboh Nasi Didiamkan Lebih dari 12 Jam di Rice Cooker Bisa Jadi Racun, Ini Penjelasan Ahli

Penulis: Subur Dani
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved