Yacht Mewah Milik Pengusaha Inggris    

Sebuah Yacht (kapal layar) mewah yang ditemukan dua nelayan 20 mil dari perairan Muara Batu, Aceh Utara

Editor: hasyim
FOTO IST
Satu unit yacht mewah ditarik ke Kuala Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Kapar layar ini ditemukan terombang-ambing di tengah laut. Foto Direkam Minggu (12/1/2020). 

LHOKSUKON – Sebuah Yacht (kapal layar) mewah yang ditemukan dua nelayan 20 mil dari perairan Muara Batu, Aceh Utara dalam kondisi terombang-ambing tanpa Anak Buah Kapal (ABK) milik pengusaha asal Inggris, Peter Jeremy David. Kapal tersebut pada Jumat (17/1) ditarik dari Kuala Mane ke Pelabuhan Krueng Geukueh.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua nelayan dari Desa Pante Gurah, Kecamatan Muara Batu, pada Sabtu (11/1) petang menemukan kapal itu. Lalu, Minggu (12/1) pagi, ditarik oleh nelayan yang menemukan Safrizal (37) dan Azwar (23) dari laut ke Kuala Mane atas perintah Panglima Laot, Rusdi.

“Pagi itu, ketika sarapan pagi saya melihat (koran) Serambi ada berita tentang yacht mewah ditemukan nelayan di Aceh Utara yang disertai foto. Lalu, saya foto koran dan kemudian saya kirim ke teman di Malaysia,” ungkap Dosen Universitas Syiah Kuala, Safruddin Chan kepada Serambi, Sabtu (18/1/2020).

Selanjutnya, kata Syafruddin, temannya di Malaysia mengirim foto koran tersebut ke salah grup WhatssApp (WA) yang anggotanya para pemilik kapal layar. “Lalu, teman saya itu mengabari kalau yacht mewah milik warga Inggris, Peter yang tinggal di Thailand,” ujar Syafruddin.

Setelah menerima kabar itu, pada  Jumat (17/1/2020), Peter tiba di Banda Aceh dan langsung menuju ke Aceh Utara. Sabtu (18/1/2020) kemarin, Peter dibantu Syafruddin sebagai penerjemah dan satu dosen Unsyiah lainnya tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh untuk memastikan, dan mengecek kapal layar miliknya setelah sebelumnya mendatangi Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lhokseumawe.

Pria itu pun mengecek seluruh kelengkapan kapal dengan menyelam untuk melihat kondisi bagian yacht tersebut. Selain itu, Peter dibantu petugas menguras air dalam kapal dan mengecek kondisi mesin. “Setelah mengecek untuk memastikan kondisi, saya akan pulang ke Thailand lagi. Pekan depan, saya akan kembali lagi ke sini (Pelabuhan) membawa teknisi untuk memperbaiki kondisi kapal,” ujar Peter kepada Serambi melalui penerjemah Syafruddin.

Karena dengan kondisi seperti ini kapal tersebut belum bisa dibawa pulang ke sana. Sebab, ada beberapa kelengkapan kapal yang harus diganti baru seperti GPS.

Hilang di Phuket

Pemilik yacht asal Inggris, Peter Jeremy David kepada Serambi menceritakan kronologis kejadian hilang kapal layarnya. Pada Sabtu (4/1) malam, dirinya bersama rekannya, Stephen Chrirstopher berada di Phuket, Thailand. Lalu, ia menyandarkan kapalnya setelah menancapkan jangkar untuk makan di sebuah restoran.

Tak lama kemudian, ia kembali ke lokasi tersebut. Tapi, kapalnya tak ditemukan lagi di lokasi semula. Padahal di lokasi itu ada beberapa kapal serupa lainnya. Lalu, ia berusaha mencarinya tapi tak menemukan juga. Ia mengira kapalnya akan dibawa angin ke kawasan Kepulauan Nikobar. Karena, malam itu anginnya sangat kencang ke arah timur.(jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved