Jurnalisme Warga

Sang Ahli Gizi, Ibu Para Milenial

MEMAKNAI peringatan Hari Gizi Nasional tahun ini dengan tema “Gizi Optimal untuk Generasi Milenial”, saya ingin memaparkan peran ahli gizi

Sang Ahli Gizi, Ibu Para Milenial
IST
Dr. IBRAHIM, SKM., M.Kes., Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh dan Praktisi Kesehatan Masyarakat, melaporkan dari Banda Aceh)

OLEH Dr. IBRAHIM, SKM., M.Kes.,  Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh dan Praktisi Kesehatan Masyarakat, melaporkan dari Banda Aceh)

MEMAKNAI peringatan Hari Gizi Nasional tahun ini dengan tema “Gizi Optimal untuk Generasi Milenial”, saya ingin memaparkan peran ahli gizi terhadap lahirnya generasi milenial.

Kini Poltekkes Aceh satu-satunya penghasil lulusan gizi yang telah tersebar dari Aceh sampai Borneo. Konon cikal bakal lahirnya Akademi Gizi di Aceh bermula tahun 1992. Lalu bagaimana cerita seorang wanita ahli gizi bisa begitu mandiri dan tangguh dalam kesehariannya?

Bagaimana tidak,  bila dilihat rata-rata peminat jurusan ilmu gizi didominasi kaum hawa.   Mungkin dari sekian banyak sekolah jurusan kesehatan, hanya jurusan ilmu gizilah yang sedikit diminati mahasiswa (kaum Adam). Karenanya mahasiswi jurusan gizi sudah terbiasa melakukan tugas-tugas lelaki dalam kesehariannya di kampus. Beranjak dari situlah para mahasiswi ilmu gizi terbentuk menjadi wanita yang tangguh dan mandiri.

Alhamdulillah, suatu ketika saya dipertemukan dengan salah satu ahli gizi lulusan perdana Poltekkes Aceh (kala itu masih AKZI), yang saat ini mungkin termasuk  limited edition  untuk kegigihannya. Ahli gizi mandiri dan tangguh yang kemudian saya peristri ini telah melahirkan generasi milenial yang sehat, cerdas, dan berprestasi di keluarga kami.

Tak bermaksud membanggakan, bagi kami, ibu ahli gizi memang personal trainer  dalam mengedukasi hidup sehat bagi keluarga. Sedari awal kehamilan sudah terencana pola makan yang sehat. Ia juga menyadari sepenuhnya bahwa seorang ibu adalah kunci kesuksesan seorang anak dan paham betapa pentingnya gizi dalam 1.000 hari pertama kehidupan.

Fokusnya ibu mempersiapkan anaknya sejak di kandungan, diberikan asupan makanan bergizi, tak melewatkan pemberian ASI eksklusif sampai enam bulan pertama kelahiran. Ia juga mempersiapkan  makanan pendamping air susu ibu(MP-ASI) bergizi  agar asupan gizi anak terpenuhi.

Beliau juga tidak pernah khawatir akan permasalahan balita yang sering dikeluhkan oleh ibu-ibu umumnya seperti balita susah makan. Ibu milenial ini bisa menyiasatinya dalam mengolah makanan tampil menarik dan disukai anak-anaknya.

Misalkan suatu ketika anak-anak hanya mau makan bakso, maka si ibu tidak akan menyiasatinya. Dengan tangan cantiknya yang lembut, dengan sigapnya mengolah sendiri bakso dari campuran berbagai bahan alami dan terciptalah bola-bola bakso lezat yang bebas bahan pengawet (MSG) tentunya.

Tumbuh kembang anak tidak pernah luput dari pantauannya, sehingga anaknya tumbuh sehat dan cerdas dengan berbagai prestasi membanggakan. Ibu milenial ini berjuang hebat penuhi pola makan seimbang bagi anak-anaknya. Bangun di pagi hari yang lebih awal di saat ibu-ibu lain masih tertidur nyenyak untuk menyiapkan makanan sang balitanya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved