Berita Bener Meriah

Personel Polsek Darul Imarah Tangkap Pasangan Suami Istri, Terlibat Pembongkaran Toko Ini

Personel opsnal intel dan reskrim Polsek Darul Imarah, Aceh Besar, menangkap pasangan suami istri MI (20) dan istrinya SR (22) warga salah satu

Personel Polsek Darul Imarah Tangkap Pasangan Suami Istri, Terlibat Pembongkaran Toko Ini
For Serambinews.com
Kapolsek Darul Imarah, Iptu Suriya SPdI (dua dari kanan) didampingi anggotanya menghadirkan pasangan suami istri, MI (20) dan SR (22) tersangka pencurian disertai pembongkaran di counter HP Meukah yang ditangkap, Minggu (19/1/2020). 

Personel Polsek Darul Imarah Tangkap Pasangan Suami Istri, Terlibat Pembongkaran Toko Ini

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Personel opsnal intel dan reskrim Polsek Darul Imarah, Aceh Besar, menangkap pasangan suami istri MI (20) dan istrinya SR (22) warga salah satu gampong di Kecamatan Peukan Bada, Minggu (19/1/2020) malam, sekitar pukul 20.17 WIB.

Pasalnya pasangan suami istri itu kompak dan bekerja sama melakukan kejahatan dengan mencuri ratusan kartu voucher HP dari toko ponsel Meukah milik Romy Purnawan, di Gampong Lampeuneurut Gampong, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (18/1/2020) pagi.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kapolsek Darul Imarah, Iptu Suriya SPdI, mengatakan, saat menerima laporan korban LP.B/12/I/Res 1.8/2020/Sek Darul Imarah, 18 Januari 2020, personel opsnal langsung melakukan penyelidikan intensif.

Pendalaman di lokasi kejadian itu pun membuahkan hasil di keesokan harinya, dimana pasangan suami istri ini pun berhasil ditangkap di depan Nana Celluler, Gampong Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Minggu (19/ 1/2020) malam.

Sudah 18 Hari Remaja Beurawe Ini Tak Pulang-pulang, Pamitan Sama Ibu untuk Ambil Laptop ke Sigli

Kalak BPBA: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabanjir Bandang Agara Jadi Kewenangan BNPB

4 Terdakwa Kasus Sabu 25 Kg Dituntun Polisi & Tangan Diborgol Bersama Saat Dibawa ke PN Lhokseumawe

"Pembongkaran itu terjadi Minggu 19 Januari 2020 sekitar pukul 20:17 WIB, sehari setelah kejadian itu, akhirnya tersangka ditangkap," ujar Iptu Suriya yang memimpin penangkapan itu kepada Serambinews.com, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, penangkapan pasangan suami istri MI dan SR itu juga tidak lepas dari informasi yang diberikan masyarakat, terutama warga sekitar serta para pedagang penjual voucher.

“Pasangan suami istri yang baru tiga bulan menikah itu terlibat dalam pencurian dan pembongkaran toko HP Meukah,” kata Kapolsek Suriya.

Ia pun menerangkan pencurian disertai pembongkaran toko HP Meukah yang dilakukan pasangan suami istri itu dilakukan dengan cara masuk ke counter tersebut dan langsung memecahkan stainless dan kaca pada pagi hari itu. Tanpa ada rasa takut, kedua tersangka itu pun menggasakan ratusan kartu voucher HP di counter itu.

Menganggur, Pria Ini Nekat Bawa Ibu dan Neneknya saat Meminta Kerja ke Bupati Aceh Tamiang Mursil

Jalan Menuju Disdikbud Abdya tak Rata dan Berbatu Kerikil, Pengendara Rawan Jatuh, Terutama Wanita

Setelah menjalankan aksinya, pasangan MI dan SR ini pun langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Vario BL 6822 LBD ke arah Peukan Bada. Untuk sepeda motor yang digunakan itu juga diamankan oleh pihak polisi. 

Mantan Kapolsek Sukamakmur, Aceh Besar ini pun menerangkan, kronologis kejadiannya berawal saat pelaku MI dan  SR menuju ke Toko Teuka Baru yang berseblahan dengan counter HP Meukah. Ketika itu, SR masuk ke Toko Teuka Baru dengan dalih membeli air mineral. Lalu tersangka MI berada di atas sepeda motor Honda Vario BL 6822 LBD miliknya memantau kondisi.

“Setelah dari Toko Teuka Baru , tersangka SR langsung masuk ke counter HP Meukah yang kebetulan tidak ada pemiliknya waktu itu. Melihat ada kesempatan, tersangka SR langsung memecahkan stainles dan kaca yang memajang ratusan voucher HP dan pasangan suami istri ini pun langsung melarikan diri ke Peukan Bada,” sebut  Suriya.

Pascapencurian itu, Zulfitri pun melihat lemari yang berisikan ratusan kartu voucher HP sudah pecah dan kejadian itu pun langsung dilaporkan ke pemilik counter Romy Purnawan yang langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Darul Imarah.

“Untuk sebahagian kartu voucher sudah dijual seharga Rp 3 juta. Korban Romy Purnawan dalam laporannya mengaku  mengalami kerugian sebesar Rp 15 juta. Pasangan suami istri yang terlibat pencurian itu dijerat Pasal 363 Ayat 1 ke 4e dan 5e dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Suriya.(*)

Apresiasi Pemberitaan tentang Keraton Agung Sejagat, Sujiwo Tejo: tapi Mana Berita Jiwasraya?

VIRAL Imam Masjid Terjaring Razia Karena Tak Pakai Helm, Dihukum Mengaji oleh Polisi

4 Terdakwa Kasus Sabu 25 Kg Dituntun Polisi & Tangan Diborgol Bersama Saat Dibawa ke PN Lhokseumawe

Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved