Rabu, 3 Juni 2026

Indonesia Masih Bebas dari Corona

Kementerian Kesehatan menegaskan hingga Senin (27/1) Indonesia masih bersih dari virus Corona yang berasal di Wuhan, China.

Tayang:
Editor: bakri
CAPTURE FACEBOOK SERAMBINEWS.COM
Suasana pemeriksaan para penumpang di Bandara SIM untuk mengantisipasi masuknya virus corona ke Aceh, Senin (27/1/2020). 

* Penumpang Bandara SIM Diperiksa Suhu Tubuh

Banda Aceh - Kementerian Kesehatan menegaskan hingga Senin (27/1) Indonesia masih bersih dari virus Corona yang berasal di Wuhan, China. Dari banyak dugaan di Indonesia, belum ada kasus yang positif virus baru penyebab wabah pneumonia itu.

“Sampai hari ini tidak ditemukan Novel Corona Virus di Indonesia,” tegas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihartono di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (27/1).

Oleh karena itu untuk tetap memastikan Indonesia tetap bersih dari virus Corona maka masyarakat tetap diminta untuk mencaga kesehatan. “Penting kita melakukan upaya dengan Germas dan memastikan virus Corona harus dihindari,” kata Anung.

Hingga saat ini ada 13 pasien yang berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan (people under observation) yang selama ini diduga virus Corona. Tapi 11 diantaranya sudah dipastikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau Badan Litbangkes negatif terjangkit virus Corona. “Hasil observasi ada 13 dan 11 negatif untuk beberapa kasus yang beberapa di Jakarta dan di Bali,” kata Anung.

Dua sampel lagi masih dalam tahap pemeriksaan yang diharapkan selesai dalam waktu dekat. “Dua sedang pemeriksaan. Mudah-mudahan besok (hari ini, red) ada hasilnya,” pungkas Anung.

Berdasarkan data WHO, hingga saat ini terdapat 2.014 kasus virus Corona dengan 56 kematian. Sebanyak 29 kasus dilaporkan dari 13 negara yakni Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, Australia, Prancis, Malaysia, Nepal, Hong Kong, Taiwan, dan Macau.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta masyarakat tidak panik menanggapi penyebaran virus Corona. Terawan minta masyarakat mencegah penyebaran virus Corona secara efektif. "Kunci untuk mencegah penyebaran virus Corona ini dengan cara meningkatkan imunitas dan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat," ucap Terawan di Jakarta, Senin (27/1).

Wabah virus Corona membuat pemerintah Indonesia memutuskan untuk mempertimbangkan langkah pembatasan produk impor dari China. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat menghadiri acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2020 yang digelar di Jakarta, Senin (27/1). "Akan kami evaluasi karena kejadian ini baru, juga berkembang cepat," ujar Agus.

Namun demikian, menurut Agus untuk saat ini belum terlihat adanya dampak dari penyebaran virus tersebut pada kerja sama ekspor-impor antara Indonesia dan China. Oleh karena itu, untuk saat ini ekspor yang dilakukan ke negara itu masih belum mengalami perubahan karena masih sesuai permintaan. “Saya rasa tidak ada dampaknya, tetap sesuai prosedur ekspor," kata Agus.

Penumpang diperiksa suhu tubuh

Sementara itu, pemandangan berbeda terlihat di terminal kedatangan internasional Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, Senin (27/1). Para penumpang pesawat rute internasional ke luar dari pesawat dengan mengenakan masker.

Mereka sengaja mengenakan masker sejak di dalam pesawat, seiring merebaknya virus corona di berbagai negara dan sudah memakan korban jiwa. Tindakan itu sebagai antisipasi dari penumpang terhadap penyebaran virus tersebut.

Selain itu, otoritas bandara juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap seluruh penumpang yang baru tiba di bandara. Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan dengan alat khusus, yaitu thermoscanner yang disiagakan di terminal kedatangan.

Pantauan Serambi, alat pemantau suhu tubuh, thermoscanner diletakkan di jalur keluar, tepatnya di antrean imigrasi. Sehingga setiap penumpang yang keluar akan terpantau suhu tubuhnya secraa otomatis di layar monitor.

Namun dari ratusan penumpang, baik warga lokal maupun warga asing tidak ada yang dicurigai terjangkit virus corona. Karena rata-rata suhu tubuhnya masih di bawah 38 celcius.

Kepala Wilayah Kerja Bandara SIM KKP Banda Aceh Pattimura kepada awak media kemarin mengatakan, karena sedangkan merebaknya kasus virus corona maka pemeriksaan suhu tubuh di Bandara SIM ditingkatkan dan dilakukan penambahan personel yang mengawasi.

Meskipun selama ini, pemeriksaan suhu tubuh untuk penumpang kedatangan luar negeri sebenarnya memang dilakukan untuk setiap penerbangan. Namun sejak virus asal Cina itu merebak, pemeriksaan ditingkatkan.

Namun selama beberapa hari pengawasan pihak KKP, belum ditemukan ada penumpang luar negeri yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius dan dicuriga terjangkit virus.

Pattimura menjelaskan, jika ada penumpang yang suhu tubuhnya melebih 38 celcius dan dicurigai. Maka akan dilanjutkan dengan observarsi dan pemeriksaan infrared. Jika memang mencurigakan, maka akan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Kembali dari Taiwan

Selain dari Cina, mahasiswa Aceh yang menuntut ilmu di Taiwan juga sudah ada yang kembali ke Aceh. Muhammad Zulfajri, mahasiswa doktoral di Taiwan sudah mendarat di Banda Aceh kemarin, Senin (27/1) sore.

Menurutnya, pemeriksaan bandara di Taipei memang tidak penanganan khusus atau pemeriksaan kesehatan. Sementara di Bandara Malaysia hanya mendapatkan imbauan jika penumpang yang berasal dari Wuhan, maka harus mendapatkan penanganan khusus.

Meskipun di Taiwan juga sudah muncul korban virus corona, namun kehidupan warga Taiwan masih berjalan normal seperti biasanya.(Tribun Network/fia/har/fit/mun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved