Virus Corona Serang China

Saat Rapat Bahas Bantuan untuk Australia, Teuku Riefky Kembali Singgung Soal Evakuasi WNI dari Cina

Dalam pertemuan itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat ini mempertanyakan keseriusan pemerintah menangani evakuasi WNI dari Cina

Saat Rapat Bahas Bantuan untuk Australia, Teuku Riefky Kembali Singgung Soal Evakuasi WNI dari Cina
Serambinews.com
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Teuku Riefky Harsya, menyinggung soal penanganan evakuasi para Warga Negara Indonesia (WNI) dari Cina yang sedang menghadapi wabah virus Corona 

Saat Rapat Bahas Bantuan untuk Australia, Teuku Riefky Kembali Singgung Soal Evakuasi WNI dari Cina

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Teuku Riefky Harsya, kembali menyinggung soal penanganan evakuasi para Warga Negara Indonesia (WNI) dari Cina.

Ia menyampaikan hal itu dalam rapat kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (30/1/2020).

Padahal, agenda rapat tersebut bukan membahas soal penanganan evakuasi WNI dari Cina yang tengah menghadapi wabah virus Corona.

Agenda rapat sebenarnya terkait pengiriman bantuan dan pasukan TNI untuk Australia yang saat ini sedang menghadapi bencana kebakaran hutan.

Dalam pertemuan itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat ini mempertanyakan keseriusan pemerintah menangani evakuasi WNI dari Cina.

Ia juga mempertanyakan langkah kongkret pemerintah terkait rencana pemulangan WNI yang melibatkan pesawat milik TNI dan Diplomasi Kementerian Luar Negeri.

Sambangi Kantor Kemenlu, Teuku Riefky Harsya Minta 12 Mahasiswa Aceh Dievakuasi dari Wuhan

UPDATE - Virus Corona di China Telah Renggut 170 Nyawa, 38 Orang Tewas dalam 24 Jam Terakhir

VIDEO - Jumlah Korban Kian Bertambah, Ini yang Terjadi Pada Tubuh Jika Tertular Virus Corona

“Sambil menunggu lampu hijau dari Pemerintah Tiongkok untuk melakukan evakuasi WNI, Pemerintah juga harus memastikan dari sejak awal mengenai kebutuhan operasional penggunaan tiga pesawat milik TNI AU untuk pemulangan WNI, termasuk mahasiswa asal Aceh,” kata Teuku Riefky Harsya.

“Faktanya, dalam menjalankan tugas operasi militer selain perang, TNI sering terkendala karena terlambatnya dukungan dana operasional dari Pemerintah,” imbuh Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh ini.

Sebelumnya, pada rapat kerja tersebut, Panglima TNI Hadi Tjahjono menyampaikan keterlambatan gerak TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) selama ini dikarenakan ketiadaan pos ‘dana contigency’ TNI.

Penugasan OMSP tersebut sesuai dengan amanat UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI.

UU tersebut menjelaskan bahwa salah satu tugas pokok TNI selain menjaga kedaulatan adalah membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma TNI Fajar Adrianto pada hari sebelumnya (29/1) menyatakan, TNI Angkatan Udara telah menyiapkan dua pesawat Boeing 737 dan satu pesawat C130 Hercules dan batalion kesehatan untuk mengevakuaisi WNI dari Wuhan, Tiongkok.(*)

Penulis: Yocerizal
Editor: Yocerizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved