Aceh Tertinggal Akibat Tinggalkan Warisan Intelektual  

Kondisi Aceh saat ini yang tertinggal salah satunya disebabkan karena meninggalkan warisan intelektual Aceh masa silam

Aceh Tertinggal Akibat Tinggalkan Warisan Intelektual   
FOR SERAMBINEWS.COM
Teuku Zulkhairi 

BANDA ACEH - Kondisi Aceh saat ini yang tertinggal salah satunya disebabkan karena meninggalkan warisan intelektual Aceh masa silam. Dengan melupakan warisan para ulama terdahulu, maka generasi Aceh saat ini gagal meraih doa dan keberkahan dari mereka.

Selain itu, juga gagal menerjemahkan pesan-pesan mereka yang berasal dari kitab Arab-Melayu ke dalam kehidupan sehari-hari, baik kehidupan pribadi maupun dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Akibatnya kehilangan arah yang dituju.

Hal itu disampaikan Akademisi UIN Ar-Raniry, Dr Tgk Teuku Zulkhairi MA saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Lambada Kupi, Gampong Pineung, Banda Aceh, Selasa (28/1/2020) malam.

"Sangat besar kemungkinan keadaan Aceh hari ini tertinggal disebabkan meninggalkan warisan intelektual Aceh masa silam," ujar Tgk Zulkhairi, menjawab jamaah pengajian KWPSI yang menanyakan apakah karena saat ini orang-orang Aceh meninggalkan warisan intelektual ulama masa silam, sehingga Aceh sulit bangkit dan berjaya.

Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry ini menambahkan kitab-kitab Arab-Melayu merupakan warisan peradaban Islam masa lalu yang sangat bernilai. Sebab, di samping ditinjau dari aspek sejarah dimana  kitab-kitab ini berperan penting dalam penyebaran Islam di masa lalu, di sisi lain juga memiliki muatan yang dapat menjawab tantangan zaman.

"Dari segi muatan, isi kitab-kitab Arab-Melayu yang tersebar di dunia Melayu cukup mewakili kesempurnaan ajaran Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan, utamanya aqidah, ibadah, dan akhlak tasawuf," terang Zulkhairi.

Menurutnya, kitab-kitab Arab-Melayu yang mulai diperkenalkan di era Samudera Pasai memainkan peran sentral dalam mengantarkan kejayaan peradaban Islam di Aceh dan dunia Melayu masa silam. Kitab Arab-Melayu yang ditulis dengan berbagai judul ini menjadi media transfer ilmu pengetahuan Islam bagi masyarakat di semua levelnya. (rel/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved