Jurnalisme Warga

Beulangong Tanoh, Komunitas Milenial Peduli Sejarah

PIDIE merupakan kabupaten yang memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di Provinsi Aceh setelah Kabupaten Aceh Utara

Beulangong Tanoh, Komunitas Milenial Peduli Sejarah
IST
IDA FITRI HANDAYANI, Guru SMA 4 Banda Aceh dan Anggota Warung Penulis, melaporkan dari Sigli, Pidie

OLEH IDA FITRI HANDAYANI, Guru SMA 4 Banda Aceh dan Anggota Warung Penulis, melaporkan dari Sigli, Pidie

PIDIE merupakan kabupaten yang memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di Provinsi Aceh setelah Kabupaten Aceh Utara. Dua pertiga masyarakat di daerah ini memilih untuk merantau, karena bagi mereka merantau adalah kebiasaan yang turun-temurun untuk melatih kemandirian dan keterampilan, sekaligus untuk mengubah peruntungan menjadi lebih baik. Jadi, tidak heran hampir setiap daerah yang kita kunjungi ada orang Pidie, baik di Aceh maupun di luar Aceh.

Banyak kekayaan alam dan keunikan budaya yang dimiliki daerah yang dipimpin oleh Roni Ahmad alias Abusyik  ini, baik aspek sejarah maupun kehidupan ekonominya.

Selama ini kita mengetahui asal mula daerah Pidie adalah dari Kerajaan Poli atau Pedir, tapi ternyata jauh sebelumnya sudah ada Kerajaan Sama Indra sebagai cikal bakalnya. Kuat dugaan, Kerajaan Sama Indra ini berkembang pada waktu yang sama dengan Kerajaan Sahe/Sanghela di Meureudu atau bisa jadi satu kesatuan yang hidup saling berdampingan.

Itu hanya sebagian sejarah Pidie, tapi ada juga beberapa fragmen sejarah yang masih belum terungkap tuntas. Sejarah memang harus dijaga agar generasi tidak lupa pada kejadian dan budaya masing-masing wilayah. Meminjam kata-kata Bung Karno, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”, karena sejarah adalah cermin pembelajaran untuk masa sekarang dan yang akan datang.

Nah, di Pidie ada sebuah komunitas yang digagas oleh anak-anak muda dalam menjaga sejarah. Boleh dikatakan mereka ingin berkhidmat sebagai tombak pelestarian budaya Pidie dan Pidie Jaya atau disingkat Pidie Raya. Komunitas ini menjadi satu wadah bagi masyarakat yang memang ingin mengenali sejarah dan budaya khususnya tentang Pidie dan sekitarnya. Beulangong Tanoh namanya atau disingkat BT.

Unik kan namanya? Sebagai warga Aceh kita tentu sering mendengar frasa beulangong tanoh, tapi yang ini bukan seperti yang ada di pikiran banyak orang. Ketika mendengarnya langsung terbayang peralatan yang ada di dapur yang digunakan sebagai wajan untuk memasak, melainkan sebuah nama komunitas.

Kenapa namanya Beulangong Tanoh? Saya bertanya langsung pada ketuanya, Khalid Muttaqin. Menurutnya, komunitas ini digagas oleh sekumpulan pemuda dan pemudi Pidie, yakni Khalid Muttaqin dan kawan-kawan. Kebetulan saat itu ia sedang melakukan sebuah riset untuk pembuatan film dokumenter, jadi diperlukan bahan-bahan untuk survei. Saat itu mereka berkunjung ke Keulibeut, tepatnya di Dayah Tanoh, tempat ini merupakan sentral pembuatan beulangong tanoh  (belanga yang terbuat dari tanah) yang ada di Pidie.

Setelah melakukan wawancara dengan narasumber di lokasi, ada satu kalimat yang diucapkan oleh salah seorang warga dan sangat menyayat hati teman-teman dari komunitas Beulangong Tanoh, yaitu "Nyoe beulangong tanoh ukeue mungkén meuninggai kamoe hana lé nyang lanjutkan seubab aneuk dara jinoe hana soe tém lé nyang peugèt. Alasan na saja, kuto jaroe keuh, sibôk jak-jak, woe sikula kadang trôk seupôt, na saja alasan." (Nanti saat kami tak ada lagi, belanga tanah ini mungkin tak ada lagi yang bikin. Alasannya ada saja, misal kotor jarilah, sibuk pergi-pergilah, pulang sekolah kadang sampai sorelah, pokoknya ada saja alasan).

Nah, dari situlah teman-teman tersebut merasa miris, mengingat hari ini beulangong tanoh masih bisa kita jumpai, tetapi bagaimana eksistensinya 5 atau 10 tahun yang akan datang? Selain itu bagaimana dengan hal lain, baik itu budaya, sejarah, seni, adat istiadat yang sudah lama hilang, apa masih ada? Atau yang sudah ada, siapa yang akan menjaganya?

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved