Buku Gayo dan Kerajaan Linge

Buku "Gayo dan Kerajaan Linge" Karya Yusra Habib Abdul Gani, Mengungkap Tabir Gayo

Yusra Habib Abdul Gani, salah seorang intelektual Gayo, kini bermukim di Denmark sejak 1998 Lahir di Kenawat 12 April 1954.

Buku
For Serambinews.com
Buku mengungkap tabir Gayo ditulis DR. Yusra Habib Abdul.Gani, SH. 

"Dipredisksi atas alasan stabilitas politik dan keamanan, memicu seorang putra Rum, Adi Genali dan rombongannya memilih hijrah ke Pulau Ruja atau Sumatera beberapa tahun menjelang 1025 masehi. Lokasi yang dipilih adalah Buntul Linge dan kemudian mendirikan Kerajaan Linge pada 1025," tulis Yusra Habib.

Adi Genali punya empat anak, Ali Syah, Johan Syah, Malam Syah dan Datu Beru. Wilayah kekuasaan Linge dilukiskan dalam ungkapan "sebujur Acih selintang batak."

Yusra Habib menyebut ini sebagai klaim politik mengenai tapal batas geografi wilayah kedaulatan Kerajaan Linge, yang disimbolkan oleh Johan Syah sebagai "ranub" representasi kerajaan Aceh, Datu Beru sebagai "belo" representasi kerajaan Linge dan Ali Syah sebagai "sirih" representasi dari Sibayak Lingga untuk wilayah Tanah Karo.

Kerajaan Linge di bawah Adi Genali juga merumuskan konstitusi Kerajaan Linge yang dituangkan dalam "45 Pasal Edet Negeri Linge" dan menjalankan sistem pemerintahan yang dikenal dengan istilah Sarak Opat, dengan pembagian kekuasaan yang sangat jelas antara eksekutif, yudikatif dan legislatif melalui lembaga "reje, petue, imem dan rayat atau rakyat."

Menurut Yusra Habib, pemisahaan dan pembagian kekuasaan dalam sistem pemerintahan Sarak Opat di Linge dirumuskan pada 1115 Masehi.

Adegium pemisahan dan pembagian kekuasaan di Linge ternyata jauh lebih tua usianya dibanding adegium "Adat bak Po Teumereuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun Bak Puntroe Phang, Reusam bak Bintara" yang diperkenalkan semasa Sultan Iskandar Muda (1607-1636) dan teori triaspoliticia Mountesquieu yang baru muncul.pada periode 1532-1734. (Hal: 101).

Isi dan kandungan "45 Pasal Edet Negeri Linge" dilampirkan pada bagian akhir buku.

Lalu apa hubungan Linge dengan Kerajaan Aceh Darussalam? Yusra Habib melukiskan kaitannya sangat dekat. Sebab turunan Reje Linge, Merah (Meurah) Johan Syah adalah pendiri Kerajaan Aceh Darussalam dan menjadi sultan pertamanya.

Merah (Meurah) Johan Syah, dilantik pada 22 April 1205 Masehi/1 Ramadhan 601 H, bergelar Sultan Alaidin Johan Syah.

Kerajaan Aceh Darussalam didirikan setelah dibebaskan beberapa kerajaan kecil yakni Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Seudu, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra dan Indrapuri dari cengkraman kolonial China Nio Nian.

Halaman
1234
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved