Salam

Corona bagi Aceh Bukan Perkara Sepele

HARIAN Serambi Indonesia edisi Jumat kemarin kembali memberitakan bahwa hingga akhir Januari 2020 virus Corona atau 2019-nCov

Corona bagi Aceh Bukan Perkara Sepele
Serambinews.com
Petugas medis memeriksa penumpang baru tiba di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya mencegah virus corona menggunakan alat thermometer jidat infrared, Kamis (30/1/2020). 

HARIAN Serambi Indonesia edisi Jumat kemarin kembali memberitakan bahwa hingga akhir Januari 2020 virus Corona atau 2019-nCov yang sangat mematikan itu makin mengganas.

Selain semakin tersebar secara global ke berbagai negara, jumlah kasus pneumonia akibat virus asal Wuhan, Tiongkok, ini sudah mendekati 8.000 kasus. Sedangkan jumlah korban tewas di Cina mencapai 170 orang.

Kantor Berita Turki, Anadolu Agency melansir angka yang lebih besar bahwa sebanyak 12.167 orang dicurigai telah terinfeksi virus mematikan ini.

Di Cina sendiri virus corona telah menyebar ke 30 provinsi. Di samping itu, kasus tersebab corona juga dilaporkan telah teridentifikasi di Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Thailand, Amerika serikat, Singapura, Perancis, Malaysia, Australia, dan Vietnam.

Pemerintah Cina juga telah mengumumkan rencana untuk memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek dari yang semula dijadwalkan berakhir pada 30 Januari diperpanjang hingga 2 Februari 2020. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi pertemuan massal dan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut lebih lanjut. Di bandara-bandara seluruh dunia para pelancong dari Cina diskrining terlebih dahulu. Selain itu, banyak maskapai yang menunda penerbangannya ke Wuhan serta ke kota-kota lain di Cina sematamata untuk mencegah terjangkit oleh virus corona.

Sementara itu, belasan mahasiswa asal Aceh saat ini terjebak di Wuhan dan tidak bisa ke luar dari kota itu setelah pemerintah setempat mengeluarkan instruksi untuk mengisolasi Kota Wuhan akibat wabah virus corona.

Sejak 23 Januari 2020, akses ke dan dari Kota Wuhan ditutup untuk sementara waktu. Jalur transportasi ditutup dan tidak ada kendaraan umum yang beroperasi di sana. Penerbangan ke Bandara Wuhan pun dihentikan. Kabar baiknya adalah sejauh ini belum ada warga Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri yang dilaporkan terinfeksi virus sangat berbahaya ini.

Namun, di Singapura, Thailand, dan Malaysia virus ini sudah berjangkit. Kabar terbaru menyebutkan, empat warga Malaysia positif terjangkit virus corona. Tiga di antaranya terjangkit sepulang dari Singapura melalui Johor Bahru.

Nah, berita ini tentu saja mencemaskan bagi kita warga Aceh. Bukan saja karena ada 15 warga Aceh yang kini terisolasi di Kota Wuhan, pusat jangkitan virus corona, tapi juga menjadi sangat mence  askan karena tingginya mobilitas penduduk Aceh ke Malaysia, Singapura, dan Thailand, tiga negara jiran yang sangat dekat dengan Aceh.

Dengan demikian, wabah virus corona ini bukanlah perkara sederhana bagi Aceh. Ini bukan persoalan sepele dan kita tak boleh abai. Justru diperlukan keseriusan dan kesungguhan semua pihak agar di Aceh jangan sampai berjangkit virus corona. Oleh karenanya, seluruh penduduk Aceh harus menahan diri sementara waktu untuk melawat ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Tiongkok, baik karena alasan berobat, melancong, maupun studi. Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Apalagi virus ini belum diketahui apa obatnya.

Langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh Imigrasi Kelas I Banda Aceh bersama Dinas Kesehatan Aceh adalah memperketat pemeriksaan etiap warga negara asing, terutama warga Tiongkok yang masuk dari Bandara  ultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Harus dilakukan pemeriksaan intens suhu badan untuk mendeteksi ada tidaknya di antara warga asing maupun warga Aceh yang kembali dari Malaysia dan Tiongkok terinfeksi virus corona. Di luar itu, langkah Pemerintah Aceh untuk membuka posko pelayanan informasi tentang warga Aceh yang terisolasi di Wuhan sangat kita apresiasi. Posko ini kita harapkan dapat terus menjalin komunikasi intensif dengan Kedubes Indonesia di Tiongkok dalam rangka memulangkan 15 mahasiswa Aceh di Wuhan dengan cara aman secara medis. Biaya pemulangan mereka hingga ke Banda Aceh memang sangat tepat menjadi tanggungan Pemerintah Aceh, mengingat biaya pendidikan anak-anak Aceh ke Wuhan pun umumnya ditanggung oleh Pemerintah Aceh.

Sebelum virus mematikan ini diketahui persis penyebabnya marilah kita meningkatkan kewaspadaan dan berperilaku hidup sehat. Hindari kontak langsung dengan orang asing yang berasal dari negara terjangkit virus corona. Biasakan memakai masker, mengingat virus ini menyebar melalui pernapasan dan udara. Selain itu, biasakan menggunakan larutan pembersih tangan atau mencuci tangan dengan air bersih. Membersihkan dan mencuci tangan sering kali lebih penting untuk mencegah tertular virus berbahaya, bahkan seganas virus corona ini. Terakhir, rajinlah berdoa agar kita terhindar dari virus mematikan ini. Cukuplah Allah menjadi pelindung kita sekeluarga.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved