Salam

Kita "Perangi" Corona dengan Zikir dan Doa  

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk berpartisipasi pada acara doa bersama

Kita
For serambinews.com
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. 

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk berpartisipasi pada acara doa bersama mencegah virus Corona. Doa tersebut juga sebagai bentuk dukungan dan menyemangati warga Aceh yang sedang diobservasi kesehatannya di Natuna setelah dievakuasi dari Wuhan, Cina.

Di Wuhan, tempat virus itu mewabah, terdapat sedikitnya 13 mahasiswa asal Aceh yang sedang menuntut ilmu. Mulai dari S1, S2, hingga S3. AInsya Allah, tidak ada dari mereka yang terpapar virus itu, kata Nova Iriansyah. 

"Ikhtiar telah dilakukan semaksimal mungkin dan semampu kita. Berbagai upaya telah kita lakukan, mulai dari membangun komunikasi dengan anak-anak kita yang saat ini sedang menuntut ilmu di Wuhan, hingga upaya pencegahan yang dilakukan di bandara-bandara. Namun, sesuai perintah agama, bahwa ikhtiar dan doa adalah hal yang tidak terpisahkan. Allah maha menguasai segalanya, maka kepada Allah pula kita mengadu," imbau Nova.

Zikir dan doa rencananya digelar hari ini (Selasa, 4 Februari 2020), bakda Shalat Isya berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Zikir dan doa ini dijadwalkan dipimpin Ustaz Asy'ari Ibrahim, pimpinan majelis Dzikir Mujiburrahman. Sedangkan tausiah akan disampaikan Ustadz Masrul Aidi Lc, Pimpinan Dayah Babul Maghfirah.

Sebagai muslim, berzikir dan berdoa atau meminta pertolongan dari Allah Swt adalah hal yang tidak pernah boleh kita abaikan. Pada saat kita menghadapi kesulitan atau tertimpa musibah, kita dianjurkan untuk sabar dan ikhtiar. Selain itu kita dianjurkan memanjatkan doa kepada Allah Swt untuk memohon petunjuk‑Nya dan ampunan‑Nya. Sebab, segala daya upaya kita selalu harus diiringi dengan doa. Oleh, karena itu, penggelaran zikir dan doa bersama dalam rangka Amenolak bala@ berupa virus Corona dan bala-bala lainnya adalah sesuatu yang harus kita ramaikan.

Berdoa dianjurkan secara umum kepada umat Islam lelaki maupun perempuan untuk kebaikan dunia dan akhirat. Ini termasuk di antara makna persaudaraan dan loyalitas sesama umat Islam. Seorang muslim diingatkan supaya mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai kebaikan untuk dirinya. Oleh karena itu, kalau seorang muslim berdoa untuk saudara umat Islam secara umum, maka diharapkan mengenai semuanya atas keberkahan doa ini.

Jadi, doa dan zikir yang kita panjatkan nanti bukan hanya untuk 13-an mahasiswa kita yang baru dieavkuasi dari Wuhan, Cina, tapi untuk keselamatan umat muslim pada umumnya dari berbagai marabahaya. Terutama sekali, adalah penduduk Wuhan, khususnya umat muslim di sana.

Untuk diketahui, Wuhan adalah kota pedalaman yang terletak di tengah‑tengah Cina. Kota ini merupakan titik persimpangan kereta cepat antara Guangzhou, kota nomor satu di selatan dengan Ibukota Beijing di utara, dan Kota Shanghai di timur laut, serta Chengdu di barat daya.

Di Kota Wuhan berdiri beberapa masjid. Ada sekitar 1,6 persen (370.000 jiwa) warga Muslim yang hidup damai bersama belasan atau bahkan puluhan juta penduduk nonmuslim lainnya. Karena itu, menjadi sangat wajar kita menggelar doa dan zikir untuk Amengusir@ virus Corona yang kini mewabah di Wuhan dan belahan bumi lainnya.

Tentang wabah penyakit dan berbagai bencana lainnya yang bisa datang tiba-tiba untuk menjadi pembunuh massal, merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan dunia saat ini. Virus Corona masih terus memakan korban. Demikian pula sejumlah penyakit pembunuh lainnya seperti HIV AIDs, kanker, dan sebagainmya. Jangankan obat, mencegah saja masih sangat sulit. Kini para ahli kesehatan dunia sedang pusing tujuh keliling memikirkan cara yang ampuh membungkam Corona.

Di sisi lain, kita disodorkan pada kenyataan bahwa saat ini sudah ditemukan lagi virus Corona tipe baru yang serangannya tidak menunjukkan gejala-gejala sebagaimana dialami korban-korban sebelumnya. Para dokter ahli sangat sulit mendeteksi keberadaan virus Corona baru pada seorang yang sudah terpapar.

Oleh karena itulah, sekali lagi, sebagai muslim mari kita berdia dan berzikir agar kita mendapat perlindungan dari Allah Swt. Kepada saudara-saudara kita yang berada di Wuhan dan yang sedang menjalani karantina di Natuna, hendaknya juga terus berdoa agar semuanya sehat wal afiat. Aamiin.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved