Bandara di Aceh Perketat Pemeriksaan, Cegah Wabah Corona Masuk
Komite Fasilitas Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) dan Bandara se-Aceh akan memperketat pemeriksaan penumpang
BANDA ACEH - Komite Fasilitas Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) dan Bandara se-Aceh akan memperketat pemeriksaan penumpang untuk mencegah masuknya virus corona ke Aceh. Hal itu disepakati dalam rapat anggota komite fasilitas bandara se-Aceh yang dihadiri 28 peserta dari instansi terkait di Aula Dishub Aceh, Banda Aceh, Selasa (4/2/2020).
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Junaidi MT kepada Serambi seusai rapat, kemarin. Dikatakan, komite fokus pada evaluasi pemeriksaan penumpang yang turun dari pesawat masuk ke dalam gedung bandara. "Pemeriksaan ini bukan hanya karena virus itu sangat mematikan, tapi kalau sudah ada yang terkena, wabah virusnya akan cepat meluas," ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau semua pihak tetap waspada terhadap virus corona agar tidak masuk ke Aceh. Pemeriksaan di bandara dapat diperketat dengan pemeriksaan suhu penumpang. Apabila suhu badannya tinggi, maka yang bersangkutan harus segera diisolasi dan melakukan pemeriksaan lanjutan. "Jika dari pemeriksaan terbukti bahwa suhu badannya tinggi bukan karena virus corona, maka penumpang tersebut baru boleh dipulangkan kepada keluarganya," jelas Junaidi.
Bandara di Aceh, sambung Junaidi, memang tidak ada penerbangan langsung ke Cina. Namun begitu, semua pihak tetap waspada karena bisa saja di bandara yang memiliki penerbangan langsung itu lolos. "Saat ia tiba di Aceh, wabah virusnya berkembang, dan ini yang sangat kita takutkan dan perlu diwaspadai," timpalnya.
Selain itu, Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, RS rujukan, KKP dan BTKL untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan dalam menghadapi kemungkinan
masuknya virus corona. Bandara di seluruh Indonesia diminta untuk mengaktifkan thermal scanner, memberikan health alert card, dan masker kepada penumpang.
Dalam rapat bulanan itu, kata Kadishub Aceh, Junaidi MT, anggota komite fasilitas bandara se-Aceh juga meminta pemerintah pusat untuk menyediakan alat pemeriksaan kesehatan lengkap. Hal itu untuk pencegahan penularan virus corona di setiap bandara di Aceh sekaligus penanganan intensif jika ada yang terkena.
"Rapat anggota komite fasilitas bandara ini juga terus diintensifkan. Kalau sebelumnya satu bulan sekali, mulai bulan ini kalau perlu dua minggu sekali dan dilaksanakan bergilir. Hal ini untuk mengevaluasi penanganan pencegahan penularan wabah virus corona dan agenda lainnya," pungkas Junaidi. (her)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/waspada-virus-corona-bandara-cut-nyak-dhien-nagan-raya-perketat-pemeriksaan-penumpang.jpg)