Salam

Desa-desa Juga Butuh Damkar  

Puluhan petani Desa Blang, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara yang sedang berada di sawah berlarian ke lokasi dua rumah yang terbakar

Desa-desa Juga Butuh Damkar   
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Petugas Damkar saat mengajari murid ADN Geudubang Jawa cara menghindari dan memadamkan kebakaran, Senin (20/01/2020). 

Puluhan petani Desa Blang, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara yang sedang berada di sawah berlarian ke lokasi dua rumah yang terbakar di desa setempat. Mereka berupaya memadamkan api menggunakan lumpur sawah pada Selasa (4/2/2020) petang. Aksi solidaritas warga tanpa dikomandoi itu berhasil memadamkan api yang sudah sempat melalap sebagian rumah Syarifuddin. Sedangkan rumah Muhammad Den yang sudah lebih dulu terbakar tak sempat diselamatkan lagi. Mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang tiba belakangan hanya memadamkan sisa api pada puing-puing rumah tersebut.

Kita bangga pada semangat solidaritas yang masih terbangun cukup kuat di pedesaan kita. Tapi, kita juga prihatin, sampai kini pemerintah kita belum bisa memberi pelayanan pemadaman kebakaran di desa-desa, terutama yang berjauhan dengan pusat kota. Bahkan, kabupaten/kota tertentu layanan pemadaman kebakaran di dalam kota saja masih sering terlambat. Bahkan, banyak armada pemadam kebakaran yang mogok saat dibutuhkan.

Pada musim kemarau, peristiwa kebakaran justru paling banyak terjadi di kawasan luar kota, terutama-desa-desa. Dan, di Aceh, saat ini perumahan penduduk di desa-desa sudah beda dengan 20-an tahun lalu yang kala itu rumah-rumah warga masih jarang. "Tapi, sekarang rumah penduduk sudah rapat-rapat di desa," kata seorang keuchik di Aceh Utara.

Makanya, jika dulu belum terpikirkan untuk menyiagakan armada pemadam kebakaran untuk kebutuhan warga desa luar kota, kini hal itu sudah harus dipikirkan. Apalagi, rumah-rumah warga desa sekarang umumnya permanen dan besar-besar yang tak mungkin bisa mengandalkan air timbaan atau lumpur untuk memadamkan api jika terbakar.

Sebagai bagian dari pelayanan publik, mestinya hal ini dipikirkan secara serius oleh pemerintah kabupaten/kota di daerah ini. Sebab, tentang berbagai kekurangan pemerintah dalam memberikan pelayanan pemadaman kebakaran, sudah sangat dikeluhkan warga masyarakat, terutama yang pemukimannya sering dilanda kebakaran.

Bahkan, beberapa bulan lalu, Tim Ombudsman RI mendatangi sejumlah kota di Indonesia, termasuk Aceh, untuk melihat keberadaan tim pemadam kebakaran. Di beberapa kota, mereka melihat langsung kesiapan lembaga dan petugas pemadam kebakaran. Ada banyak kekurangan bahkan kelalaian pemerintah yang ditemukan tim Ombudsman.

Satu hasil penelitian juga mengatakan, pelayanan pemadam kebakaran di Indonesia masih jauh di harapan masyarakat. Bahkan, di mana-mana masyarakat sering jengkel pada pihak pemadam kebakaran yang sering terlambat datang. Makanya, tak jarang beberapa kali mobil pemadam kebakaran yang telat datang dirusak bahkan dibakar massa karena kesal.

Idealnya setiap mobil pemadam semuanya dalam keadaan sehat, namun kenyataannya tidak semuanya seperti itu. Mobil yang minim sering menyebabkan, pemadam telat datang ke lokasi kebakaran. Selain itu kendaraan yang rusak jarang diperbaiki, karna dana operasional minim, sehingga tidak bisa optimal melakukan perawatan. Selang air banyak yang bocor. Idealnya setiap unit kendaraan ada 10 selang, tetapi sekarang umumnya cuma empat selang. Sehingga di lapangan sering jadi hambatan juga, terutama dalam menjangkau objek yang terbakar. Begitu pula baju antipanas masih banyak yang jumlahnya terbatas.

Selain itu, sikap petugas juga masih sering menjadi sorotan masyarakat. Petugas umumnya masih amatiran. Hanya sedikit yang benar-benar profesional sebagai pelayan publik. Selebihnya bukan petugas profesional. Mereka hanya menjalani pelatihan singkat bagaimana mengoperasikan mobil pemadam kebakaran sekaligus bagaimana cara memadamkan api. Mereka tidak punya pengetahuan bagaimana menyuluh masyarakat agar tercegah dari peristiwa kebakaran.

Makanya, setiap kali menyorot soal pemadam kebakaran, hal-hal yang tak pernah luput dari anjuran kita antara lain, pemerintah perlu menyiapkan petugas damkar yang profesional. Kemudian, pemerintah harus memastikan semua armada damkar dapat dioperasikan setiap saat. Jangan ada yang mogok, kehabisan bensin, dan lain-lain.

Dan, yang paling penting, hadirkan armada pemadam kebakaran lebih dekat dengan pemukiman penduduk desa dan kota agar gampang menjangkau setiap setiap kali terjadi kebakaran.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved