Berita Pidie

Setelah Pemanggilan Pertama Gagal Diperiksa, Kejari Pidie Akan Panggil Kembali Enam Keuchik Ini

Kita minta kepada keuchik melengkapi dokumen seperti surat pertanggungjawaban (SPJ) dana gampong dan lainnya," sebut Fauzi.

Setelah Pemanggilan Pertama Gagal Diperiksa, Kejari Pidie Akan Panggil Kembali Enam Keuchik Ini
For Serambinews.com
Kajari Pidie, Effendi SH MH 

Kita minta kepada keuchik melengkapi dokumen seperti surat pertanggungjawaban (SPJ) dana gampong dan lainnya," sebut Fauzi.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie akan memanggil kembali enam keuchik untuk diperiksa, Senin (10/2/2020).

Pemeriksaan enam keuchik terkait penggunaan APBG tahun 2015 - 2019, yang dilaporkan warga ke Kejati Aceh.

Sebelumnya, Kejari Pidie telah memanggil enam keuchik yang sama pada, Senin (3/2/2020), ke kantor Kejari setempat.

Tapi, keenam keuchik gagal diperiksa Jaksa.

Jamaah di Pedalaman Aceh Utara Harus Berwudhu di Alur Ketika Hendak Shalat di Masjid Ini

Pasar Sarang Burung Walet Terdampak Virus Corona, Pengusaha Hentikan Pembelian

Wali Kota Affan Alfian Bintang Dukung PMI Aceh Bentuk UTD di Subulussalam

"Berkas yang dibawa keuchik tidak lengkap sehingga kita tak bisa periksa," sebut Kajari Pidie, Efendi, didampingi Kasi Intelegensi, Fauzi, kepada Serambinews.com, Sabtu (8/2/2020).

Ia menyebutkan, keuchik gampong yang diperiksa adalah Keuchik Gampong Bentayan, Kecamatan Kembang Tanjong.

Lalu, Keuchik Gampong Raya Utue, Kecamatan Pidie.

Berikutnya, Keuchik Gampong Dayah Tidiek, Tuha Gampong Gajah, Balee Baro Keumangan dan Gampong Blang Tidiek, Kecamatan Mutiara.

" Kita minta kepada keuchik melengkapi dokumen seperti surat pertanggungjawaban (SPJ) dana gampong dan lainnya," sebut Fauzi.

Ia mengatakan, ia belum mengetahui berapa hari selesainya pemeriksaan keenam keuchik, lantaran terbatasnya petugas di Kejari Pidie.

" Juga banyaknya Jaksa yang menangani perkara di Pengadilan Negeri (PN) Sigli," jelasnya.

Ia menambahkan, Kejari Pidie juga akan berkoordinasi dengan Inspektorat, untuk memastikan bahwa keenam gampong tersebut sudah pernah di audit dana gampong atau tidak.

" Kalau sudah pernah diaudit, kita tidak perlu lagi minta diaudit," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved