Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Tahun 2020, Pemko Lhokseumawe Tetap Plot Dana Untuk Jadup Bagi Lansia, Ini Jumlahnya

Sekdako Lhokseumawe, T Adnan SE, barusan, menyebutkan, dasarnya program penyerahan Jadup bagi Lansia sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu.

For Serambinews.com
Sekdako Lhokseumawe, T Adnan SE. 

Sekdako Lhokseumawe, T Adnan SE, barusan, menyebutkan, dasarnya program penyerahan Jadup bagi Lansia sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe pada tahun 2020 ini tetap menyediakan dana untuk bantuan sosial berupa penyaluran biaya jatah hidup (Jadup) bagi warga yang sudah berusia lanjut (lansia) atau yang sudah berumur diatas 70 tahun.

Sekdako Lhokseumawe, T Adnan SE, barusan, menyebutkan, dasarnya program penyerahan Jadup bagi Lansia sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu.

Penyaluran pun dilakukan secara transparan, yakni melalui rekening masing-masing penerima.

"Untuk jumlah uang yang diterima Lansia setiap tahun berbeda, karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Ada yang 300 ribu rupiah per bulan dan ada juga yang 150 ribu rupiah per bulannya," katanya.

Mantan Pilot Drone Ungkap Kekejaman Militer AS, Anggap Anak Afghanistan Bagai Anjing untuk Dibunuh

Air di Parit Jalan Dua Jalur Gunung Meriah, Aceh Singkil tak Mengalir Tersumbat Sampah

Pasar Tradisional Gunung Meriah Teramai di Kabupaten Aceh Singkil, tapi Masih Semrawut

Sedangkan untuk tahun 2020 ini, lanjut T Adnan, pihaknya pun sudah mengalokasi dana Jadup bagi Lansia sebesar R p 1,636 miliar. Dana diposkan melalui Dinas Sosial Kota Lhokseumawe.

Untuk proses penyaluran jatah tahun 2020 ini, tambah T Adnan, saat ini pihak Dinas Sosial baru meminta data dari para Keuchik di 68 Gampong yang ada di Kota Lhokseumawe. "Karena untuk penyaluran Jadup ini tidak bisa kita berpedoman pada data tahun sebelumnya. Karena pasti ada yang pada tahun ini, usia warga baru memasuki 70 tahun dan ada juga yang meninggal dunia. Makanya kita harus minta data kembali dari aparatur Gampong. Setelah ada data, maka akan dilakukan verifikasi lanjutan," paparnya.

Setelah jumlah penerima valid untuk tahun 2020, baru dipastikan berapa dana yang akan diterima setiap lansia, yakni sesuai dana yang disediakan dalam APBK 2020. "Kita upayakan proses pendataan penerima bisa cepat selesai, sehingga Jadup jatah tahun 2020 bisa disalurkan," demikian T Adnan.(*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved