Tradisi Kuping Panjang Mulai Punah, Simbol Kecantikan Perempuan Dayak, Selalu Pakai Puluhan Anting

Tradisi khas suku dayak ini telah banyak dikenal oleh masyarakat luas. Keunikannya kerap mencuri perhatian.

Tradisi Kuping Panjang Mulai Punah, Simbol Kecantikan Perempuan Dayak, Selalu Pakai Puluhan Anting
KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON
Tipung Ping (baju motif bunga merah) dan Kristina Yeq Lawing (baju biru) saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (5/2/2020). (KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON) 

SERAMBINEWS.COM - Tradisi khas suku dayak ini telah banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Keunikannya kerap mencuri perhatian.

Namun, kini sudah tak ada lagi generasi baru yang meneruskannya

Kita tentu bangga dengan warisan nenek moyang memanjangkan telinga.

Ini sebuah identitas budaya yang telah mendunia dan menjadi simbol keagungan perempuan Dayak.

Meski demikian, banyak di antara kita yang tidak tahu bahwa kebanggaan pada warisan pitarah itu kini berada di ambang kepunahan.

Betapa tidak, para pewaris simbol kecantikan dan strata sosial Dayak itu diperkirakan tak lebih dari 100 orang seantero Kalimantan.

Para perempuan berkuping panjang itu rata-rata telah berusia di atas 60 tahun, bahkan ada yang melalui usia satu abad.

Perempuan-perempuan dengan hisang pada cuping telinganya itu masih bisa ditemui di desa adat Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur.

Sebagian besar di antara mereka bermukim di kampung-kampung pedalaman Mahakam Ulu.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved