Breaking News:

Tradisi Kuping Panjang Mulai Punah, Simbol Kecantikan Perempuan Dayak, Selalu Pakai Puluhan Anting

Tradisi khas suku dayak ini telah banyak dikenal oleh masyarakat luas. Keunikannya kerap mencuri perhatian.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON
Tipung Ping (baju motif bunga merah) dan Kristina Yeq Lawing (baju biru) saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (5/2/2020). (KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON) 

"Sekarang tidak ada lagi. Hanya kami dua saja yang punya," kata Tipung Ping saat ditemui Kompas.com di Samarinda, Rabu (5/2/2020).

Bagi dua perempuan Dayak ini, tradisi yang masih mereka anut memiliki makna khusus.

"Supaya lebih cantik. Zaman dulu semakin panjang cuping telinga, semakin cantik," sebut keduanya.

Alasan Anak-cucu Menolak Ikuti Tradisi Kuping Panjang

Kristina bercerita tradisi tersebut ditinggalkan oleh perempuan Dayak, salah satunya karena kampanye kesehatan di kecamatan dan kelurahan setempat.

Para petugas kesehatan mengatakan memakai banyak anting di cuping tidak bagus untuk kesehatan.

Bukan tanpa usaha, Kristina dan Tipung mengaku sudah mencoba membujuk anak-cucu mereka.

Namun, sang anak-cucu menolak dengan alasan zaman sudah moderan, juga malu jika telinganya panjang.

"Saya suka bujuk cucu tapi mereka enggak mau bikin. Bilangnya, sudah modern," kata Kristina.

Di sisi lain, Kristina dan Tipung sendiri pernah dibujuk oleh seorang mantri untuk memotong telinga panjang mereka.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved