Breaking News:

3 Siswa SMP yang Pukuli Siswi Jadi Tersangka, Kepala Sekolah Berharap Kasusnya Berujung Damai

Polres Purworejo menetapkan tiga siswa SMP di Purworejo berinisial TP (16), DF (15), dan UHA (15), sebagai tersangka.

Tribun Jateng dan Kompas
Siswi Korban Bully di SMP Purworejo Sempat Curhat, 'Badanku Sakit Semua, Aku Ditendangi' 

SERAMBINEWS.COM - Polres Purworejo telah menetapkan tiga siswa SMP yang memukuli siswi berinisial CA sebagai tersangka.

Polres Purworejo menetapkan tiga siswa SMP di Purworejo berinisial TP (16), DF (15), dan UHA (15), sebagai tersangka.

Ketiga siswa dalam video yang viral di media sosial itu menganiaya seorang siswi SMP berinisial CA (16) di dalam kelas.

Kasus penganiayaan siswi yang dilakukan oleh tiga siswa ini, terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah.

Awalnya, kasus ini menjadi hangat diperbincangkan lantaran video penyiksaan tersebut, viral di media sosial.

Bahkan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun ikut menanggapi kasus siswi dianiaya oleh tiga siswa tersebut.

Anak-anak di bawah umur itu kini harus berhadapan dengan proses hukum pidana.

Dikutip dari Tribun Jateng, Kepala SMP Muhammadiyah Butuh Purworejo, Ahmad, membenarkan kejadian itu.

Peristiwa itu diakuinya terjadi di luar sepengetahuan pihak sekolah.

Ahmad mengatakan, peristiwa itu berlangsung saat jeda pergantian jam sekolah, sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu, posisi para guru sedang berada di kantor.

Ada pula yang masih berada di ruang kelas lain.

Kelas 8, tempat korban dan pelaku belajar saat itu sempat kosong, menunggu kedatangan guru di jam pembelajaran berikutnya.

Durasi kejadian itupun, menurut dia, singkat karena berada di sela pergantian jam.

Ahmad tidak merinci bagaimana kronologi kejadian itu terjadi.

Tetapi menurut dia, para pelaku memang selama ini dikenal bandel di sekolah.

"Namanya anak iseng. Diajar juga susah, suka semaunya sendiri," katanya.

Ia juga ikut menyesalkan perilaku siswanya ini.

S
Screenshot video aksi bully siswi oleh siswa di SMP Muhammadiyah Butuh Purworejo, belum lama ini (Istimewa/Tribunjateng.com)

Tetapi jika harus dihadapkan pada proses hukum pidana, ia kurang sepakat.

Ahmad sebenarnya mengharapkan kasus itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Terlebih, ketiga pelaku masih berusia di bawah umur.

Tetapi pihaknya pun tidak bisa berbuat apa-apa jika kasus itu akhirnya tetap diproses secara hukum.

Ia hanya bisa berharap, jika proses hukum kasus itu berlanjut, pendidikan anak-anak yang kini berstatus tersangka tidak boleh berhenti.

Bagaimana pun, kata dia, pemerintah harus tetap memerhatikan pendidikan mereka meski terjerat kasus pidana.

"Anak butuh pendidikan,"katanya.

Kronologi Awal

Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito menjelaskan, penganiayaan terjadi pada Selasa (11/2/2020), sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat itu, CA berada di kelas sedang mengerjakan tugas bersama teman-temannya, termasuk tersangka UHA.

Tersangka TP dan DF yang merupakan kakak kelas korban masuk ke dalam kelas sambil membawa sapu.

TP mendekati korban sambil mengatakan meminta uang Rp 2.000 kepada korban. "Korban menjawab 'ojo (jangan)'.

Selanjutnya DF dan tersangka lainnya melakukan kekerasan.

Ada yang menggunakan tangan kosong, ada yang pakai gagang sapu dan kaki," ujar Rizal.

Penganiayaan itu direkam menggunakan ponsel oleh F yang juga kakak kelas korban.

F sendiri disuruh oleh TP untuk memvideokan tindakan itu.

Setelah itu TP mengambil paksa uang Rp 4.000 dan mengancam korban agar tidak melaporkan aksi mereka.

Karena korban dan tersangka adalah anak, maka dalam pemeriksaan mereka didampingi oleh pekerja sosial (Peksos), penasihat hukum (PH) dan wali.

Sebelum menetapkan tersangka, penyidik telah memeriksa 8 orang saksi dan dua kali gelar perkara.

Diberitakan, peristiwa perundungan itu terungkap setelah video penganiayaan terhadap seorang siswi SMP di Kecamatam Butuh, Kabupaten Purworejo, beredar di media sosial.

Dalam video itu, tiga siswa memukuli dengan tangan, gagang sapu, dan menendang seorang siswi yang di dalam kelas.

Siswi yang dipukuli tampak diam saja sembari memegang perutnya yang terlihat kesakitan.

Sementara itu, ketiga siswa SMP tersebut senyum semringah saat menganiaya siswi tersebut.

Korban Trauma hingga Gubernur Jawa Tengah Turun Tangan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jateng untuk mendatangi siswi SMP di Purworejo, korban bullying tiga temannya.

Ganjar menyampaikan, dari laporan, diketahui siswi tersebut mengalami trauma.

"Pagi ini Kepala Dinas Pemprov Jateng saya minta datang ke Purworejo, sudah bertemu orangtua si korban. Dan si korban ada trauma," ujar Ganjar mengutip dari KompasTV, Kamis (13/2/2020).

 Ganjar mengatakan, orangtua siswi tersebut merupakan seorang buruh.

Pemprov Jateng kemudian memberikan santunan dan meminta agar untuk sementara orangtua siswi tersebut tidak bekerja agar bisa menjaga anaknya.

"Karena orangtuanya buruh kita kasih santunan. 'Pak, Anda enggak usah kerja. Ini tolong dirawat anaknya agar si anak bisa pulih lagi, tidak trauma dan mau sekolah'," ujar Ganjar.

Peristiwa perundungan itu terungkap setelah video penganiayaan terhadap seorang siswi SMP di Kecamatam Butuh, Kabupaten Purworejo, beredar di media sosial.

Dalam video itu, tiga siswa laki-laki memukuli dengan tangan, gagang sapu, dan menendang seorang siswi yang diduga terjadi di dalam ruang kelas.

Siswi yang dipukuli tampak diam saja sembari memegang perutnya yang terlihat kesakitan.

Sementara itu, ketiga siswa SMP tersebut senyum semringah saat menganiaya siswi tersebut.

Dari keterangan pelaku yang diperiksa oleh polisi, peristiwa itu diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati kepada korban.

Korban mengadu kepada gurunya karena sempat dimintai uang oleh para pelaku.

Ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bereaksi terkait hal itu.

Ia meminta agak pihak sekolah segera menyelesaikan persoalan itu.

Namun, Ganjar juga minta ketiga pelaku perundungan diberikan konseling.

Chelsea Sepakat Datangkan Hakim Ziyech dari Ajax, Terungkap 2 Klub Impian Pemain Asal Maroko Ini

Pria China Siram Bensin Untuk Bakar Diri, Karena Pesta Ulang Tahun Dibatalkan Akibat Virus Corona

Ibu Ini Bunuh Bayinya yang Baru Lahir, Begini Alasannya Kepada Polisi

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Siswi Dipukuli 3 Siwa di Purworejo, Kepsek Berharap Kasusnya Berujung Damai

Editor: Faisal Zamzami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved