Salam

Banyak PR Menanti  Kapolda yang Baru  

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sudah melantik Brigjen Pol Wahyu Widada sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol Rio S Djambak

Banyak PR Menanti  Kapolda yang Baru   
FOTO HUMAS MABES POLRI
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menyerahkan tongkat komando kepada Kapolda Aceh Brigjen Pol Wahyu Widada saat pelantikan dan serah terima jabatan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2020). 

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sudah melantik Brigjen Pol Wahyu Widada sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol Rio S Djambak. Usai dilantik,  Brigjen Wahyu mengatakan segera memetakan (mapping) potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bumi Serambi Mekkah ini.

Identifikasi masalah-masalah yang ada di Aceh dimaksudkan untuk menentukan langkah-langkah strategis dalam menangani permasalahan yang ada dengan membuat skala prioritas.  "Tidak bisa semua langsung diselesaikan. Ada skala prioritas mana yang lebih penting," ujarnya.

Pergantian kapolda mendapat sambutan menarik dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan anggota DPR-RI asal Aceh. Mereka menaruh harapan besar pada Brigjen Pol Wahyu. Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) berharap Kapolda yang baru ini fokus dan mampu menyelesaikan kasus pidana korupsi di Aceh baik yang sudah mangkrak maupun yang sedang dalam penyelidikan dan penyidikan.

"Dalam catatan kami, sepanjang 2019, tidak satu pun kasus korupsi yang dapat diselesaikan Polda Aceh sampai dengan pelimpahan perkara ke kejaksaan. Hal itu terbukti dari ekspose laporan akhir tahun lalu oleh pihak Polda Aceh. Jadi, MaTA memiliki harapan besar terhadap Kapolda yang baru untuk menyelesaikan kasus korupsi yang sedang ditangani kepolisian di Aceh," kata Alfian, aktivis LSM antikorupsi itu.

Karenanya, MaTA memiliki harapan besar kepada Kapolda Aceh yang baru untuk dapat memprioritaskan penyelesaian kasus-kasus korupsi. Sehingga ada kepastian hukum dan kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian Aceh dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dapat terjaga selalu.

Anggota DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil dan Hj Illiza Sa’aduddin Djamal juga menaruh harapan besar pada Brigjen Wahyu Widada. Menurut Nasir, Brigjen Wahyu hendaknya menjadi jembatan komunikasi bagi para pemangku kepentingan di Aceh agar pembangunan bisa berjalan sesuai jadwal.

Dalam penegakan hukum, anggota Komisi III DPR RI ini berharap Kapolda Aceh  mampu memberikan keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat. "Harapan lain agar Kapolda memberi dukungan dan berusaha penambahan kuota Akpol dan bintara serta memprioritaskan putra daerah untuk melanjutkan pendidikan pada berbagai jenjang di kepolisian," ujarnya.

Secara terpisah, Hj Illiza Sa'aduddin Djamal berharap Kapolda Aceh yang baru agar bisa menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Aceh. Secara khusus, Illiza meminta Brigjen Wahyu Widada agar dapat memberikan perlindungan bagi wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke Aceh sebagai pusat destinasi wisata halal dunia. Anggota Komisi X DPR RI ini menyampaikan, rasa aman dan nyaman bagi wisatawan adalah syarat utama bagi daerah destinasi wisata seperti Aceh. Terkait pemberantasan narkoba. Illiza percaya Kapolda Aceh yang baru dapat mengubah status Aceh dari daerah darurat narkoba menjadi daerah bersih  narkoba.

Selain itu, masyarakat juga melihat bahwa setahun belakangan ini kinerja Saber Pungli di Aceh kurang terlihat. Karenanya, Kapolda yang baru kita harap dapat mengevaluasi atau memberi semangat baru sehingga tim sapu bersih pungutan liar itu bisa bekerja sesuai harapan.

Kemudian, kita juga ingin menyampaikan bahwa secara umum, dalam beberapa tahun belakangan ini, ada beberapa prestasi dan capaian diraih kepolisian di Aceh. Untuk ini kita memberi apresiasi kepada Bhayangkara negara ini.

Sebaliknya, bagi sebagian masyarakat, pelayanan Polri dinilai masih belum optimal. Kinerja Polri dinilai belum maksimal. “Masyarakat menginginkan pasukan baju coklat ini masih harus terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme. Masyarakat ingin kehadiran polisi harus cepat dan respons cepat dan tepat jika dibutuhkan masyarakat. Kita paham ini merupakan harapan ideal masyrakat terhadap Polri yang begitu tinggi. Tentu keinginan masyarakat ini akan menjadi bahan renungan buat seluruh jajaran Polri dalam melaksanakan tugasnya dan selalu hadir di tengah masyarakat,” tulis seorang pengamat kepolisian.

Yang pasti kita ingin mengatakan kepada Kapolda yang baru bahwa kondisi Kamtibmas di Aceh cenderung terus membaik. Dan, jika ada potensi gangguan, di Aceh ini biasanya terkait dengan  hal-hal yang sangat spesifik. Bisa jadi karena ini daerah khusus yang menerapkan syariat Islam.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved