Minggu, 24 Mei 2026

BUMDesma Muara Dua Olah Daun Kelor Jadi Obat dan Penganan    

Daun kelor dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berawal dari fakta tersebut dan semangat untuk meningkatka

Tayang:
Editor: bakri
DOK BUMDESMA
Anggota BUMDesma memamerkan berbagai produk obat dan makanan berbahan daun kelor pada sebuah event di Lhokseumawe, beberapa waktu lalu. 

LHOKSEUMAWE - Daun kelor dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berawal dari fakta tersebut dan semangat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, sebanyak 17 desadi Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, sepakat membangun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bersama pada Oktober 2018 lalu.

Usaha produk berkhasiat itu pun diberi nama Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Gampong Kelor Muara Dua. Fokus pada pengolahan daun kelor menjadi obat dan penganan lezat, usaha tersebut kini telah mampu memberdayakan ratusan masyarakat Muara Dua. Bahkan, produknya sudah dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia hingga Malaysia.

Camat Muara Dua, Heri Maulana, Rabu (12/2/2020) mengatakan, seluruh komponen  UMDesma mulai dari direktur, pekerja, hingga agen pemasarannya merupakan warga Kecamatan Muara Dua. Dana UMKM tersebut pun berasal dari 17 desa atau gampong di kecamatan tersebut. “Sedangkan saya selaku camat dan 17 keuchik berposisi sebagai komisaris,” katanya.

Heri menyebut, hingga kini BUMDesma Muara Dua sudah menciptakan varian produk, di antaranya kapsul kelor, teh kelor,  kopi kelor, jahe kelor,bakso kelor,  nugget kelor, sirup kelor, Pizza kelor, dan aneka makanan lainnya. Semua  produk tersebut berasal dari tanaman kelor yang ditanam oleh masyarakat kecamatan itu.

Dijelaskan, tanaman kelor tersebut sudah bisa dipanen saat berusia tiga bulan. Daun yang ipanen dari kelompok masyarakat tersebut lalu ditampung oleh BUMDesma. “Pengolahannya di Desa Meunasah Mee Kandang. Pertama-tama dipisah daun dengan dahan kelor. Dahan dapat diolah menjadi pakan ternak dan pupuk kompos, lalu dijual kepada masyarakat. Sedangkan daunnyadikeringkan dan diolah  menjadi tepung. Lima kilogram daun bisa menjadi satu kilogram tepung,” ujar Heri.

Nah, tepung kelor ini lah yang menjadi bahan baku obat dan aneka makanan dan minuman lezat ala BUMDesma. Produk turunan terse but dikemas sebaik mung- kin untuk dipasarkan. “Untuk kapsul kelor dalam botol plastik yang isinya 50 butir dijual sekitar Rp 30 ribu,” kata Heri, dan menyebut pemasaran produk tersebut turut menggunakan media sosial.

Dengan kondisi usa ha sekarang ini, se lain mampu meng gaji seratusan pekerjanya, BUMDesma Gampong Kelor Muara Dua memiliki keuntungan Rp 30 juta/bulan. “Pastinya BUMDesma sekarang ini terus berupaya mengembangkan usaha, dengan harapan bisa menambah lapangan kerja bagi masyarakat Muara Dua,” demikian Heri. (bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved