Dililit Ular

Bacok Suami Berkali-Kali Saat Tidur, Atik Rusdiana: Saya Mimpi Ada Ular Besar

Mereka berempat tidur di ruang tengah rumah, karena salah seorang anaknya tidak mau tidur di kamar.

Bacok Suami Berkali-Kali Saat Tidur, Atik Rusdiana: Saya Mimpi Ada Ular Besar
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Atik Rusdiana Berutu (45) warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam mengaku tidak sadar saat membacok sang suami dengan parang hingga mengalami luka parah di sekujur tubuh. Atik Rusdiana saat diwawancarai wartawan Jumat (14/2/2020) di ruang rawat Gedung Batu-Batu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam. 

”Karena pelaku sakit, dia masih konsumsi obat,” terang Iptu Syahril

Sebelumnya diberitakan, Saman Sihotang (54) penduduk Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam yang dibacok berkali-kali oleh istrinya sendiri sudah berangsur pulih.

“Suah agak mendingan,” kata Saman saat berbincang-bincang dengan Serambinews.com serta beberapa wartawan lainnya, Jumat (14/2/2020) di ruang rawat Gedung Batu-Batu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam.

Ketika ditanyai wartawan, Saman menceritakan dengan jelas kronogis peristiwa pembacokan yang dialami.

Dikatakan, siang sebelum insiden pembacokan menimpanya, dia membeli parang ke Terminal Terpadu Subulussalam. Parang itu masih berbalut koran dan disimpan di ruang tengah rumahnya.

Malamnya, seperti biasa, Saman bersama istri Atik Rusdiana Berutu (45) dan dua anaknya tidur di ruang tengah dekat televisi. Parang tersebut memang tidak jauh dari tempat mereka tidur.

Ditambahkan, jika sudah tidak menonton kata Saman mereka memadamkan lampu di ruang tengah. Nah, beberapa saat setelah tidur sekitar pukul 23.30 WIB, terjadilah insiden pembacokan.

Kondisinya sudah kalut, ayunan parang membabi buta diayunkan ke tubuh Saman. Dalam keadaan yang kalut tersebut, Saman teringat dengan anak perempuannya yang masih kecil seraya menyelamatkan.

”Istri saya bilang nipe-nipe, nipe-nipe (ular-ular, ular-ular) teriaknya,” tutur Saman seraya menyampaikan darah di badan dan kepala terus mengucur.

Pascakejadian, kata Saman sang istri keluar dari pintu belakang lalu sementara dia dari pintu depan.

Di depan rumah dia meminta pertolongan kepada warga. Saman pun ditolong dan diantar adik iparnya ke rumah sakit.

Namun, hingga dirawat di rumah sakit Saman sama sekali tidak pingsan alias tetap dalam kondisi sadar.

Ada sejumlah luka yang  tubuh Saman antara lain tiga di bagian kepala, satu di wajah, lalu beberapa lainnya di punggung.

Saman mengaku jika dia dibacok akibat sang istri bermimpi melihat ular melilit tubuhnya.

Bahkan, lanjut Saman, saat dia sudah dirawat di RSUD sang istri tidak tau dengan kejadian. Dia, kata Saman menanyakan kepada anaknya kemana ayah mereka.

”Istri saya tidak tau ada kejadian, dia tanya ayah kalian kemana katanya sama anak saya,” papar Saman.

Sementara Kepolisian sektor Penanggalan, Polres Subulussalam melakukan pendalaman terkait kasus istri membacok suami di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan beberapa hari lalu.

”Kami sedang mendalami dan pelaku sudah ditanyai namun belum diintrogasi secara mendalam, korban juga belum diperiksa karena masih sakit,” kata Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono yang dikonfirmasi Serambinews.com  melalui Kapolsek Penanggalan, Iptu Syahril Jumat (14/2/2020).

Menurut Kapolsek Iptu Syahril, polisi telah memintai keterangan dari sejumlah saksi seperti tetangga korban dan abang kandung pelaku.

Menurut Iptu Syahril, sejauh ini pihaknya belum menyimpulkan insiden pembacok yang terjadi di wilayah hukumnya itu.

Sebab, proses penyelidikan masih berlangsung. Pelaku bernama Ati Rusdiana Berutu (45) yang tak lain istri korban.

Sementara waktu berdasarkan pemeriksaan pelaku berlasan membacok suaminya yang tengah tidur karena mimpi melihat ular.

Dikatakan, pelaku mengaku bermimpi melihat ular sedang melilit tubuh suaminya. Nah bermaksud menolong suami sang istri mengambil parang dan membacok ular tersebut.

Tapi bukannya ular melainkan sejumlah bagian tubuh sang suami mengalami luka berat seperti wajah, leher dan punggung.

“Lukanya cukup banyak makanya korban masih belum bisa diperiksa karena dalam perawatan,” ujar Kapolsek Iptu Syahril.

Meski sudah memeriksa pelaku namun polisi belum menetapkan sebagai tersangka. Jika alasan sang istri karena mimpi melihat ular sehingga membacok tubuh sang suami menrut Kapolsek Iptu Syahril tetap melawan hukum.

Secara hukum  kasus tersebut tetap dikenai sanksi pidana. Namun untuk hal ini polisi masih menunggu pemeriksaan korban.

Polisi juga menggali informasi dari sejumlah pihak mengenai hal ini. Pelaku sendiri menurut Kapolsek Iptu Syahril masih dalam kondisi sakit.

Sakit yang diderita pelaku membuat polisi belum melakukan tindakan hukum seperti penahanan. Polisi menitipkan sementara waktu pelaku dalam tanggungjawab  keluarganya yakni abang kandungnya serta desa.

”Karena pelaku sakit, dia masih konsumsi obat,” terang Iptu Syahril.

Sebelumnya diberitakan, Saman Sihotang (54) penduduk Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat setelah menderita akibat luka parah akibat dibacok istri sendiri.

”Benar ada kejadiannya dan sekarang kasusnya sedang kita dalami,” kata Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono yang dikonfirmasi Serambinews.com  melalui Kapolsek Penanggalan, Iptu Syahril Jumat (14/2/2020). (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved