Berita Gayo Lues

Dinas Syariat Islam Gayo Lues Gencarkan Penyuluhan Keliling ke Pemilik Warung

Dinas Syariat Islam (SI) Kabupaten Gayo Lues (Galus) gencarkan dan galakan penyuluhan keliling kepada pemilik warung di kabupaten tersebut.

Dinas Syariat Islam Gayo Lues Gencarkan Penyuluhan Keliling ke Pemilik Warung
For Serambinews.com
Kadis SI Galus Husin SAg. 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Dinas Syariat Islam (SI) Kabupaten Gayo Lues (Galus) gencarkan dan galakan  penyuluhan keliling kepada pemilik warung di kabupaten tersebut.

Penyuluhan itu dilakukan oleh petugas penyuluhan syariat islam menggunakan alat pengeras suara dengan kendaraan roda empat di Kecamatan Blangkejeren tersebut dengan berkeliling, Jumat (14/2/2020).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambinews.com, petugas penyuluhan syariat islam dari dinas SI di kabupaten itu lakukan penyuluhan dengan berkeliling di Kecamatan Blangkejeren.

Mulai dari pusat kota dan pusat perbelanjaan, hingga berkeliling ke desa lainnya di seputaran Blangkejeren.

Kepala Dinas SI Galus, Husin SAg, kepada Serambinews.com, Jumat (14/2/2020) mengatakan, penyuluhan yang dilakukan kepada pedagang dan pemilik warung tersebut menggunakan alat pengeras suara itu terus digalakan dan digencarkan selama ini.

Melalui penyuluhan itu para pemilik warung diminta agar menutup warung atau kiosnya 15 menit sebelum masuk waktu shalat jumat.

Peusangan Siap Hadapi Sulawesi Selatan, Laga Terakhir Piala Soeratin U-17

Wapres Maruf Amin Minta Khatib Punya Komitmen Kebangsaan, Tak Bangun Permusuhan Saat Ceramah

Lima Remaja Aceh Dipanggil untuk Seleksi Timnas U-15, Persiapan Laga ke Argentina dan Brazil

Dikatakan, selain para pemilik warung dan pedagang diminta untuk menutup warungnya, petugas penyuluhan juga meminta dan mengajak (menyuruh) para kaum muslimin untuk melaksanakan shalat jumat ke masjid.

Bahkan para pemilik warung dan pedagang lainnya diharapkan membuka warung dan usahanya setelah shalat Jumat selesai.

"Khusus hari Jumat, warung diminta untuk ditutup 15 menit sebelum masuk waktu shalat jumat, sedangkan dihari biasa pedagang dan pemilik warung diminta untuk menutup warungnya saat waktu shalat lima waktu masuk atau waktu adzan berkumandang di Masjid," sebutnya. (*)

Penulis: Rasidan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved