Irwandi Belum Bersikap Terhadap Putusan MA  

Gubernur Aceh Nonaktif, Irwandi Yusuf, sebenarnya masih memiliki satu peluang lagi untuk menguji putusan pengadilan atas kasusnya

Irwandi Belum Bersikap Terhadap Putusan MA   
SERAMBINEWS.COM/Facebook darwati
Irwandi bersama Darwati dan ketika shalat di mushala LP Suka Miskin. 

JAKARTA - Gubernur Aceh Nonaktif, Irwandi Yusuf, sebenarnya masih memiliki satu peluang lagi untuk menguji putusan pengadilan atas kasusnya yaitu Peninjauan Kembali (PK). Namun, ia belum mengambil sikap terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasinya pada Kamis (13/2/2020).

"Belum ada keputusan dari BW, langkah apa yang diambil setelah putusan Mahkamah Agung," kata Sayuti Abubakar SH MH, Kuasa Hukum Irwandi Yusuf. BW (Bang Wandi) adalah panggilan lain dari Irwandi Yusuf. Sayuti juga mengabarkan kondisi kesehatan BW dalam keadaan baik dan tidak kurang suatu apapun. "BW dalam kondisi baik dan sehat," kabar Sayuti Abubakar.

Seperti diberitakan kemarin, upaya Irwandi untuk dibebaskan dari seluruh dakwaan dan hukuman dalam tindak pidana korupsi yang menjeratnya, dipastikan tak berhasil. Penyebabnya, MA pada Kamis (13/2/2020), menolak kasasi yang diajukan Irwandi terkait kasus dugaan suap proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 yang menyeretnya sebagai terdakwa.

Vonis tersebut diputuskan oleh majelis hakim yang diketuai Prof Muhammad Askin bersama dua hakim anggota, Prof Krisna Harahap dan Prof Surya Jaya. Putusan kasasi itu keluar bertepatan dengan berakhirnya masa penahanan Irwandi, kemarin. Selama ini, Irwandi yang juga pendiri Partai Nanggroe Aceh (PNA) ditahan di Rutan KPK), Jakarta. Dalam putusan Nomor 444 K/Pid.sus/2020 yang diumumkan melalui website resminya, MA memuat status perkara tersebut dengan "Tolak Perbaikan".

Irwandi mengajukan kasasi ke MA pada Rabu, 28 Agustus 2019, karena tidak menerima putusan banding  Pengadilan Tinggi Jakarta yang memvonisnya delapan tahun penjara. Sebelumnya, pada 8 April 2019, Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis kepada Irwandi tujuh tahun penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim juga mencabut hak politik Irwandi untuk dipilih selama tiga tahun, sejak masa hukuman berakhir. Irwandi melakukan banding.

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI dalam putusan banding kemudian menjatuhkan vonis 8 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan, kepada Irwandi. "Mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 97/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Jkt.Pst tanggal 8 April 2019 yang dimintakan banding tersebut sekadar mengenai pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa," demikian putusan banding seperti dikutip dari Direktori Putusan Mahkamah Agung, Rabu (14/8/2019) lalu.

Hakim  menyatakan Irwandi Yusuf terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima suap bersama-sama-secara berlanjut dan korupsi menerima gratifikasi beberapa kali sebagaimana didakwakan penuntut umum. Irwandi dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Rp 1,05 miliar terkait proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan gratifikasi sejumlah Rp 8,717 miliar.

Irwandi dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHAP.

Atas putusan ini, Irwandi Yusuf melalui tim kuasa hukum yang diketuai Yusril Ihza Mahendra mengajukan kasasi ke MA, dan oleh Mahkamah Agung dalam putusannya menolak permohonan kasasi tersebut. Dua terdakwa lain dalam kasus yang sama adalah staf khusus Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan satu orang kepercayaan Irwandi Yusuf, yang juga pengusaha Aceh, Teuku Syaiful Bahri.

Irwandi Yusuf  menjalani hukuman penjara di LP Sukamiskin Bandung, Jawa Barat. Ia diberangkatkan dari Rutan KPK Jakarta ke Sukamiskin pada Jumat (14/2/2020) pagi pukul 08.00 WIB. (fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved