Opini

Kesiapan Mahasiswa Produktif di Era Digitalisasi  

MAHASISWA merupakan sosok yang sangat dibanggakan sejak masa perjuangan melepaskan diri dari penjajah hingga sekarang

Kesiapan Mahasiswa Produktif di Era Digitalisasi   
Prof. Dr. Apridar, S.E., M.Si, Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Malikussaleh Aceh 

Oleh Prof. Dr. Apridar, S.E., M.Si, Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Malikussaleh Aceh

MAHASISWA merupakan sosok yang sangat dibanggakan sejak masa perjuangan melepaskan diri dari penjajah hingga sekarang. Namun intensitas kebanggaan terkesan semakin menurun secara bertahap setiap tahunnya. Dari sisi umur mahasiswa berada pada masa pancaroba menuju produktivitas yang optimal. Dengan tingkat idealisme yang tinggi banyak karya produktif menonjol dipersembahkan oleh mahasiswa.

Dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia para mahasiswa berdiri di garda terdepan sebagai pemutus mata rantai cengkraman penjajah. Sehingga sumbangsih yang luar biasa tersebut selalu dikenang oleh Rakyat Indonesia hingga sekarang.

Kaum milenial yang melekat pada mahasiswa khususnya merupakan komunitas utama yang mewarnai era digitalisasi sekarang ini. Masa yang mengalami perubahan yang begitu cepat harus mampu diimbangi oleh kinerja kaum milenial dalam berbagai aktivitas yang harus diikuti.

Perkembangan teknologi informasi membuat dunia seakan-akan menjadi dekat dan semuanya berada dalam gengaman manusia. Agar tidak tersisih dalam kompetisi global, suka-tidak suka para pemuda harus dapat mengimbangi perkembangan teknologi yang ada.

Untuk terciptanya mahasiswa yang tangguh dan produktif, tentu harus diberikan kesempatan untuk berkarya sejalan dengan potensi yang dimiliki kaum milenial. Perobahan zaman yang begitu cepat, mengharuskan masiswa untuk "learning by doing" yaitu belajar dengan melakukan agar tidak ditinggalkan oleh perubahan tersebut.

Walau sudah banyak teori yang dihafal dengan baik, belum tentu mampu diimplementasikan dalam perbuatan nyata bila belum pernah dipraktekkan terlebih dahulu. Untuk itu mahasiswa sekarang dituntut dalam waktu bersamaan belajar dan berbuat secara nyata.

Seseorang akan lebih tangguh menghadapi berbagai persoalan dan mampu berkompetisi dalam kehidupan dunia nyata dengan tempaan pengalaman lapangan yang menguatkan semangat dalam berbuat yang lebih baik serta bermanfaat demi masa depannya. Pengalaman tersebut akan berbeda dengan orang yang belum pernah berbuat sehingga biasanya ia tidak siap untuk bangkit kembali apabila mengalami kegagalan. Pengalaman merupakan ujian yang dilalui sebahagian besar orang-orang sukses.

Lembaga Pendidikan sekarang ini tidak cukup lagi memberi bekal kepada anak didiknya hanya dengan tiori apabila ingin sukses dan mandiri di era revolusi industri sekarang ini. Mereka harus didekatkan dengan masyarakat secara nyata di lapangan. Mereka harus mampu melihat kebutuhan dan permintaan pasar.

Mahasiswa sekarang ini dituntut karya nyata di lapangan oleh masyarakat. Kerja praktek dan pengabdian seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) intensitasnya perlu ditingkatkan. Berbagai profesi yang digelut para mahasiswa dituntut untuk diaplikasikan secara bersamaan oleh mahasiswa di lapangan.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved