Berita Aceh Timur

Petani Sambut Program Peremajaan Sawit Rakyat di Aceh Timur

Program peremajaan sawit di Aceh Timur kali ini mencapai 649 hektare sekitar dengan dana 16 miliar.

Petani Sambut Program Peremajaan Sawit Rakyat di Aceh Timur
Dok koperasi Aceh Berkat
Alat berat sedang membersihkan lahan untuk peremajaan sawit rakyat (PSR) di Gampong Seumanah Jaya, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis (20/2/20). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Petani yang mendapatkan bantuan dana untuk peremajaan sawit di Aceh Timur, menyambut baik program tersebut.

Karena program penanaman kembali sawit itu sangat menguntungkan petani, seiring petani kekurangan dana dan tanaman sawit mereka tidak produktif lagi.

Hal itu, disampaikan Zakaria salah satu petani di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang menerima bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR).

“Petani sangat senang mendapat bantuan dana peremajaan sawit ini. Semoga proses pengerjaanya mulai dari pembersihan lahan, penanaman, dan perawatan  dijalankan sesuai harapan sehingga petani benar-benar bisa merasakan hasilnya,” harap Zakaria, Kamis (20/2/2020).

Ketua Koperasi Perkebunan Kakao Aceh Berkat Mukhlidar, mengatakan luas lahan petani yang mendapat bantuan dana peremajaan sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Aceh Timur sekitar 649 hektar dengan total pendanaan sekitar 16 miliar yang dikelola tiga lembaga yaitu dua koperasi, dan satu gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Khususnya, Koperasi Aceh Berkat, jelas Mukhlidar, memiliki 144 anggota petani dengan luas areal yang diremajakan 379 hektar dengan total anggaran sekitar Rp 9,4 miliar yang tersebar di Gampong Seumanah Jaya 276 hektar, Gampong Beurandang 15 hektar, dan Dusun Gunung Buloh, Gampong Alue Genteng seluas 88 hektar.

Selanjutnya, Koperasi Serba Usaha Maju di Kecamatan Peureulak meremajakan lahan seluas 213 hektar, dan Gapoktan Usaha Sejahtera di Julok seluas 57 hektar.

Mukhlidar mengatakan setiap anggota petani mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Keuangan RI, Dirjen Perbendaharaan, BPDPKS Rp sekitar 25 juta per hektar yang disalurkan ke rekening anggota.

Namun, dana itu tidak bisa diambil anggota, karena diblokir oleh bank mitra yang menyalurkan.

Halaman
12
Penulis: Seni Hendri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved