Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Abdya

Para KPM di Abdya Meminta e-Warung Ditambah, Ini Penjelasan Kepala Dinas Sosial

Ya, mereka mengeluhkan jauhnya e-warung dari tempat tinggal, sehingga sangat menyulitkan mereka saat mengambil sembako.

Tayang:
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
Petugas Perum Bolog Divre VI Blangpidie, melakukan uji coba memasok kebutuhan beras di lima e-Warung di Kabupaten Aceh Selatan, antara lain di Air Pinang dan Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Kamis (26/9/2019) 

Ya, mereka mengeluhkan jauhnya e-warung dari tempat tinggal, sehingga sangat menyulitkan mereka saat mengambil sembako. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan non tunai (BPNT) atau program sembako di Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluh.

Ya, mereka mengeluhkan jauhnya e-warung dari tempat tinggal, sehingga sangat menyulitkan mereka saat mengambil sembako. 

Informasi dihimpun Serambinews.com dari seorang KPM, bahwa selama ini mereka harus mengambil sembako itu mencapai 1 hingga 10 kilometer dari tempat tinggal. 

Salah satu contoh, di Kecamatan Susoh, Tangan-Tangan, Setia, dan Kuala Batee, para KPM, harus berjalan beberapa kilometer untuk mengambil bahan pangan berupa telur dan beras tersebut.

Namun, berbeda dengan kecamatan Blangpidie.

Polres Abdya Operasi Pasien Bibir Sumbing di RSUTP

Beri Mahar 100 Mayam Emas dan Uang Tunai Rp 100 Juta, Brigadir TM Putra: Pemuliaan Terhadap Maya

Laga Uji Coba Persiraja vs PSMS Medan, Miftahul Hamdi Bawa Laskar Rencong Unggul Satu Gol

Di kecamatan ini, ada satu desa, memiliki satu hingga tiga gerai e-warung.

"Kami berharap dinas dan pihak terkait, bisa menambah e-warung di beberapa Kecamatan, termasuk di kecamatan Kuala Batee.

Soalnya keberadaan e-warung selama ini, sangat jauh dari tempat tinggal," ujar salah seorang penerima.

Seharusnya, katanya, keberadaan e-warung, untuk memudahkan para KPM, namun yang terjadi selama ini, malah sebaliknya dan membebani para KPM.

"Kami rasa, hampir semua KPM mengeluhkan persoalan ini, terlebih yang tidak memiliki kendaraan," ujarnya. 

Untuk itu, ia meminta dinas dan pihak terkait, menambah e-warung, sehingga membantu para masyarakat dalam mengambil batuan tersebut.

"Kami berharap, dalam beberapa bulan ke depan, setiap desa ada e-warung.

Kalau gampongnya luas harus ada dua atau tiga e-warung dan persoalan ini sudah kita sampaikan ke dinas," pungkasnya.

Penjelasan Kepala Dinas Sosial Abdya

Kepala Dinas Sosial Abdya, Ikhwansyah SH membenarkan bahwa keberadaan e-warung saat ini belum efektif dan masih memberatkan para KPM.

"Iya, persoalan ini sudah kita sampaikan (surati) kepada pihak BRI, hingga saat ini belum ada jawaban dari mereka," ujar Kepala Dinas Sosial Abdya, Ikhwansyah SH.

Namun, kata Ikhwansyah, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menyurati pihak BRI.

Tujuannya agar bank milik BUMN ini melakukan penambahan dan pemerataan e-warung, sehingga betul-betul bermanfaat dan membantu para KPM.

"Surat yang akan kita layangkan, adalah ketiga kalinya, kita berharap ini bisa disanggupi.

Jika sudah disahuti, insya Allah, kita akan ajak pendamping dan seluruh pihak terkait, agar penempatan e-warung ke depan tidak membebani para KPM," pungkasnya.

Untuk diketahui, program sembako adalah tranformasi dari program BPNT.

Program sembako ini, berlaku sejak Januari 2020.

Sebelumnya, bantuan dari pemerintah pusat itu adalah BPNT.

BPNT merupakan perubahan dari bantuan sosial beras keluarga sejahtera (bansos rastra) yang disalurkan sejak Januari sampai April 2018.

Sejak bulan Mei 2018, berubah menjadi BPNT.

Untuk diketahui, dana BPNT yang bersumber dari Kementerian Sosial itu yang disalurkan ke rekening masing-masing KPM.

Melalui program ini, KPM membelanjakan bahan kebutuhan pangan, seperti beras dan telur ayam pada e-warung terdekat. 

Nilai yang telah ditetapkan untuk belanja sembako di e-warung ini tak boleh lebih dari Rp 110.000 per bulan.

Jumlah KPM program sembako Abdya, hingga saat ini 12.242 orang. Jumlah ini, tambahan dari KPM PKH sebanyak 8018 orang dan 4224 KMP dari non PKH. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved