Berita Gayo Lues

Arus Transportasi Blangkejeren-Kutacane Terganggu, Akibat Berlaku Buka Tututp di Sini

Bahkan itu terkesan seperti buka tutup dalam beberapa hari terakhir. Tetapi buka tutup yang dilakukan rekanan dan pengawas di lapangan itu tidak resmi

Arus Transportasi Blangkejeren-Kutacane Terganggu, Akibat Berlaku Buka Tututp di Sini
SERAMBINEWS/RASIDAN
Arus transportasi Blangkejeren Kutacane terjadi antrian panjang di Simpur Kecamatan Ketambe karena proyek pelebaran badan jalan tersebut, Sabtu (22/2/2020). 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Arus transportasi Blangkejeren Kutacane terganggu dan terjadi antrian panjang, akibat proyek pelebaran badan jalan sekitar dua meter dengan panjang puluhan meter di kawasan Simpur, Kecamatan Ketambe, kabupaten Aceh Tenggara (Agara) persisnya di dekat perbatasan Galus Agara tersebut, Sabtu (22/2/2020).

Amatan Serambinews.com, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat antrian panjang dari Blangkejeren tujuan Kutacane dan sebaliknya di kawasan Simpur dekat perbatan Galus Agara tersebut, setelah tanah gunung menutupi badan jalan yang dikeruk oleh sebuah alat berat.

Bahkan itu terkesan seperti buka tutup dalam beberapa hari terakhir. Tetapi buka tutup yang dilakukan rekanan dan pengawas di lapangan itu tidak resmi.

"Hampir setiap hari kelancaran arus transportasi Blangkejeren Kutacane dalam dua minggu terakhir ini terganggu dan macet total, karena ada pelebaran badan jalan yang dibelah dari gunung di kasawan Simpur Kecamatan Ketambe itu," kata Rinaldi didampingi pengendaraan  roda empat yang antrian hampir setengah jam di lokasi itu, kepada Serambinews.com, Sabtu (22/2/2020).

Menurut pengendara itu, arus lalu lintas Blangkejeren Kutacane kesannya seperti buka tutup karena pengerjaan proyek pelebaran badan jalan tersebut.

Hasil Liga Spanyol - Lionel Messi Cetak 4 Gol, Barcelona Kudeta Real Madrid

Pemerintah Serahkan Bantuan Masa Panik Kepada Korban Kebakaran di Bener Meriah

Korban Perampokan Toko Emas di Subulussalam Masih Hidup, Dokter: Kontak Terakhir di Merek

Tetapi buka tutup yang diberlakukan itu tidak resmi karena terkadang-kadang lama dan kadang sebentar dalam beberapa hari terakhir ini.

Sehingga banyak pengendara yang mengeluhkan hal tersebut dan kelancaran arus transportasi pun terganggu.

Secara terpisah salah satu pengawas lapangan yang ditemui dilokasi itu, kepada Serambinews.com, mengaku, tidak ada diberlakukan sistem buka tutup meskipun sempat terjadi antrian panjang dan arus transportasi terganggu untuk sementara waktu.

Bahkan kendaraan baru dikasih jalan untuk melintas, apabila sudah terjadi antrian yang begitu panjang dari kedua arah itu.

Namun hal ini juga harus dimaklumi bersama-sama para pengguna jalan.

"Dikhawatirkan tanah yang ada diatas gunung setelah dikeruk turun dan menimbun badan jalan disaat terjadi hujan, sehingga pekerjaan itu harus dikejar meskipun terjadi antrian panjang harus diutamakan dengan membuang tanah itu dari badan jalan,"sebutnya. (*)

Penulis: Rasidan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved