Minggu, 26 April 2026

Berita Aceh Singkil

Kapal Cepat Rp 4,5 Miliar Milik Pemkab Aceh Singkil Nongkrong di Anak Laut

Sejak dibeli menggunakan dana otsus Kabupaten Aceh Singkil, sekitar Rp 4,5 miliar dua bulan lalu, kapal hanya nongkrong.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Kapal cepat milik Pemkab Aceh Singkil, ditambatkan di tengah Danau Anak Laut, Minggu (23/2/2020). 

Sejak dibeli menggunakan dana otsus Kabupaten Aceh Singkil, sekitar Rp 4,5 miliar dua bulan lalu, kapal hanya nongkrong.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kapal cepat milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, nongkrong di Danau Anak Laut, Singkil Utara, Minggu (23/2/2020).

Kapal yang bernama KM Tailana itu sebelumnya nongkrong di Pulau Banyak.

Sejak dibeli menggunakan dana otsus Kabupaten Aceh Singkil, sekitar Rp 4,5 miliar dua bulan lalu, kapal hanya nongkrong.

Kehadiran kapal belum sesuai harapan. Yaitu dibeli untuk melayani wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi wisata Kepulauan Banyak.

Areal Sawah di Tangse Pidie Terus Digerus Erosi Sungai, Petani Minta Perhatian Pemkab

SMP Negeri 1 Wih Pesam Raih Penghargaan Dalam Ajang Fourta Ecsporgion

Persiraja Batal Ujicoba Dengan Semen Padang, Ini Penyebabnya

Selama dua bulan keberadaanya hanya ditambatkan di Pulau Banyak. Kemudiaan digeser ke Danau Anak Laut. "Kapal cuman dipindah saja, tapi belum difungsikan," ujar warga.

Pihak Pemkab Aceh Singkil, menyatakan kapal belum operasional lantaran masih dalam proses pembuatan izin.

Sedangkan peralatan lain yang harus dilengkapi seperti radar sudah datang. "Menurut informasi pekan ketiga bulan ini tim Dirjen Kekayaan Negara di Banda Aceh sudah turun dalam proses pengurusan izin," ujar Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Malim Dewa.

Selain soal izin operasional kapal tersebut belum memiliki dermaga sandar. Kalau pun izin operasinya keluar, belum diketahui di mana penumpang naik dan turun dari kapal?

Sebelumnya kapal digadang-gadangkan menjawab permasalahan minimnya moda transportasi menuju destinasi wasiata Kepulauan Banyak.

Namun setelah dibeli, ternyata sisakan permasalahan yang belum diselesaikan seperti izin operasional dan tak ada dermaga sandar.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved