Berita Aceh Barat

Mogok Kerja Hampir Satu Bulan, Karyawan PT Mopoli Kembali Bekerja

Ratusan karyawan PT Mopoli Raya mengakhiri mogok sepanjang 25 hari sejak 27 Januari hingga 17 Februari 2020.

Mogok Kerja Hampir Satu Bulan, Karyawan PT Mopoli Kembali Bekerja
SERAMBI/SA’DUL BAHRI
Zulfahri, Ketua FSPMI Aceh Barat 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Ratusan karyawan PT Mopoli Raya mengakhiri mogok sepanjang 25 hari sejak 27 Januari hingga 17 Februari 2020.

Para karyawan bekerja kembali setelah mereka menerima upah dari perusahaan yang selama ini terntuda, dan pembayaran itu menyusul adanya mediasi ditingkat kabupaten dengan perusahaan, hingga adanya niat baik perusahaan untuk membayar hak pekerja.

Kini para karyawan bergembira setelah gaji yang tertunggak selama dua bulan mulai November hingga Desember 2019 akhirnya dibayarkan oleh perusahaan tersebut.

Pembayaran gaji karyawan itu dibayarkan Rabu (26/2) kemarin, dan sebelumnya para karyawan perusahaan itu sempat melakukan protes hingga berujung mogok kerja lantaran hak mereka tidak diberikan.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Aceh Barat Zulfahri mengatakan, upaya maksimal yang kami lakukan selama ini sudah sangat maksimal guna menagih hak karyawan kepada pihak perusahaan.

Sementara upaya yang dilakukan mulai dari korrdinasi, unjuk rasa, hingga mogok kerja, termasuk melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di daerah setempat.

Begini Sikap PT Mopoli, Terkait Ratusan Karyawan Mogok Kerja di Aceh Barat

Ratusan Karyawan PT Mopoli Mogok Massal, Akibat 3 Bulan belum Digaji

Singkil, Negeri yang Dulunya Sangat Kosmopolitan

"Gaji kami yang menunggak selama dua bulan telah dibayar, dan kami saat ini sudah mulai bekerja lagi seperti biasanya, setelah sebelumnya kami melakukan aksi mogik sekitar 25 hari,” kara Zulfahri.

Ia menambahkan, pembayaran gaji bulan Desember setelah adanya mediasi dan disepakati untuk membayar hak-hak karyawan.

Sementara para karyawan mulai bekerja kembali seperti biasa sejak 18 Februari 2020 hingga saat ini.

Pihaknya berharap kepada pihak perusahaan untuk tetap menjaga hak-hak karyawan, agar mereka semua tidak terkendala dalam memberikan hak mereka kepada keluarga masing-masing.

Sebab mereka bekerja semata hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup anak dan istri, termasuk kebutuhan biaya pendidikan anak.

Namun jika hak mereja terhenti tentu akan menjadi masalah pada setiap karyawan perusahaan, karena pekerjaan itu satu-satunya sumber ekonomi mereka. (*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved