Suami Istri Raih Gelar Profesor,Tangis Haru Khairul dan Fitri di Sidang Senat Unsyiah
ua dari Fakultas Teknik dan satu dari Fakultas MIPA. Menariknya, dua orang yang dikukuhkan itu ternyata tidak hanya berasal
Universitas Syiah Kuala kembali mengukuhkan tiga profesor baru melalui Sidang Senat Terbuka, Rabu (26/2/2020). Dua dari Fakultas Teknik dan satu dari Fakultas MIPA. Menariknya, dua orang yang dikukuhkan itu ternyata tidak hanya berasal dari fakultas yang sama, tetapi juga jurusan yang sama, dan bahkan juga rumah yang sama.
DULU mereka sama-sama mahasiswa teknik. Prof Khairul Munadi ST MEng ketika itu kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sedangkan Prof Fitri Arnia ST MengSc kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU).
Mereka bertemu secara tak sengaja dalam Konferensi Internasional Bidang Telekomunikasi, di Bali, tahun 1994. Pertemuan itu berlanjut menjadi hubungan yang lebih serius, hingga keduanya pun memutuskan menikah. Tidak hanya itu, keduanya juga memutuskan memilih jalur karir yang sama, yakni karir akademik. Mereka mengajar di Fakultas Teknik Unsyiah, di jurusan Teknik Elektro.
Puncaknya pada Rabu kemarin, Khairul dan Fitri dikukuhkan sebagai profesor (guru besar), juga pada bidang yang sama, yakni bidang Ilmu Pengetahuan Sinyal Multimedia Fakultas Teknik. Pengukuhan dilakukan oleh Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU di Gedung AAC Dayan Dawood. Pasangan Khairul Munadi-Fitri Arnia tercatat sebagai pasangan suami istri pertama di lingkungan Unsyiah yang dikukuhkan serempak menjadi profesor.
Saat mengucapkan kata sambutan di akhir pemaparan karya ilmiahnya, Khairul Munadi dan istrinya Fitri Arnia nyaris tak mampu menyembunyikan keharuannya. Pasangan ini terlihat meneteskan air mata ketika menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa karena telah banyak membantu di bidang akademik maupun dalam kehidupan mereka.
Khairul Munadi lahir di Seulimeum, Aceh Besar, dan menghabiskan masa kecilnya di Pulau Weh, Sabang. Seusai menamatkan kuliahnya pada tahun 1996, pria kelahiran 27 Agustus 1971 ini sebelumnya sempat bekerja di beberapa perusahaan asing seperti PT Freeport McMoRan Indonesia di Tembagapura, lalu di Alcatel Telspace Jakarta, dan PT Alcatel Enkomindo.
Tapi semua itu ia tinggalkan, karena kuatnya dorongan cita-cita untuk menjadi seorang akademisi. Dorongan ini memuncak ketika ia aktif menjadi dosen terbang di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unsyiah pada tahun 1998. Ia dan istrinya kemudian memutuskan melamar ke Unsyiah dan diterima pada tahun 1999.
Tak lama setelah diterima menjadi dosen, Khairul mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 ke Tokyo Metropolitan University, Jepang. Sedangkan Fitri memperoleh beasiswa untuk melanjutkan S2 di bidang teknik elektro di University of New South Wales, Australia. Ia kemudian melanjutkan S3 di Universitas yang sama dengan suaminya.
Jika Khairul memfokuskan risetnya tentang pencitraan termal, Fitri tentang binerisasi atau optical character recognition untuk naskah digital Jawi kuno yang ada di Aceh. Karena bidang keilmuannya saling beririsan, jadinya mereka berdua dibimbing oleh profesor yang sama. Keduanya saling membantu menyelesaikan risetnya masing-masing.
Selain mengukuhkan Khairul Munadi dan Fitri Arnia, Rektor Unsyiah juga mengukuhkan Prof Dr Taufik Fuadi Abidin SSi M Tech dari FMIPA. Taufik memfokuskan risetnya mengenai pemanfaatan machine learning dan teknologi big data.
Acara pengukuhan kemarin diisi dengan orasi ilmiah. Di mulai dari Khairul Munadi dengan judul ‘Pengembangan Perangkat Cerdas Deteksi Dini Penyakit Berbasis Pencitraan Termal dan Deep Learning’, lalu Taufik Fuadi Abidin dengan judul ‘Pemanfaatan Mechine Learning dan Teknologi Big Data dalam Proses Penambangan Informasi’ dan terakhir Fitri Arnia dengan judul ‘Pengolahan Citra Digital untuk Restorasi Naskah Kuno dan Temu Kembali (Retrieval) Konten pada Media Daring’.
Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU, dalam sambutannya mengungkapkan, setelah pengukuhan ini maka jumlah profesor Unsyiah menjadi 76 orang. Jumlah ini masih sedikit, karena hanya sebesar 4,8% dari jumlah total dosen di Kampus Jantong Ate Rakyat Aceh ini.
Meskipun demikian, Rektor bersyukur karena pertumbuhan jumlah profesor Unsyiah dalam setahun terakhir cukup menggembirakan. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah profesor Unsyiah hanya 58 orang. Hal ini berarti, dalam 3 setahun telah terjadi pertumbuhan sebanyak 31%.
“Setelah hari ini, beberapa profesor baru sudah kembali menunggu untuk dikukuhkan dalam waktu dekat. Sementara itu, beberapa calon profesor lainnya sedang melengkapi persyaratan atau bahkan sedang menunggu keputusan dari Jakarta,” ucap Samsul Rizal.(firdha ustin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dua-dosen-unsyiah-yang-berstatus-suami-istri-prof-dr-khairul-munadi-st-meng.jpg)