Breaking News
Senin, 13 April 2026

Old Legion Serambi Meriahkan HUT Serambi

Perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-31 Harian Serambi Indonesia berbeda dari tahun-tahun sebelumnya

Editor: bakri
SERAMBI/JAMALUDDIN
Para mantan karyawan Harian Serambi Indonesia yang tergabung dalam Old Legion Serambi (OLS) duduk di meja rapat redaksi saat meninjau newsroom di Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (27/2/2020). 

BANDA ACEH - Perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-31 Harian Serambi Indonesia berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, perayaan syukuran HUT dihadiri tamu spesial yaitu Old Legion Serambi (OLS). Mereka merupakan mantan karyawan dan karyawati Serambi mulai dari generasi pertama yang saat ini sudah pensiun dan kini berkiprah di berbagai lembaga lain, baik di lembaga pemerintah maupun swasta.

Tiga diantaranya berhasil menduduki kepala daerah seperti Akmal Ibrahim, Bupati Aceh Barat Daya selama dua periode, M Amru, Bupati Bener Meriah, dan Mustafa Geulangang, mantan bupati Bireuen.

Selain itu, kiprah mantan karyawan Serambi dikancah politik juga terbilang gemilang. Ada yang  terpilih menjadi anggota DPR RI, DPRA, hingga DPRK. Tak hanya itu, ada juga yang berkiprah di bidang akademik, pengusaha, dan lainnya. Kedatangan OLS ini disambut hangat oleh Pemimpin Umum Serambi, H Sjamsul Kahar, Wakil Pemimpin Umum, Mawardi Ibrahim, Pemimpin Redaksi, Zainal Arifin M Nur, GM Bisnis, Mohd Din, dan karyawan lainnya.

Suasana keakraban pun terlihat pada acara silaturahmi tersebut. Silaturahmi menjadi istimewa karena tidak hanya dihadiri mantan karyawan yang menetap di berbagai kabupaten/kota di Aceh, tapi juga berasal dari luar Aceh.

GM Bisnis Serambi, Mohd Din dalam sambutannya menyampaikan semangat yang pernah dibangun 31 tahun lalu harus diteruskan untuk masa yang akan datang. Sehingga Serambi dan unit usaha bisa terus berkembang. "Perjuangan hari ini hampir sama dengan 31 tahun lalu. Sebenarnya acara hari ini sudah lama kita idamkan. Paling tidak bisa menjembatani teman-teman masa lalu untuk menyemangatkan teman-teman sekarang," katanya.

Meskipun zaman sudah berubah, lanjut Mohd Din, tapi semangat karyawan Serambi tidak boleh berubah. "Pak Sjamsul selalu bilang, Serambi ini bukan untuk 31 tahun tapi untuk puluhan tahun ke depan," ujarnya.

Pemimpin Umum Serambi, Sjamsul Kahar menyampaikan, silaturahmi ini menjadi semangat baru bagi semua karyawan dalam membesarkan Serambi. Serambi, katanya, sudah melalui berbagai kesulitan sejak berdiri pada 9 Februari 1989.

"Cukup berat memang kita lalui masa-masa sulit dan alhamdulillah hal yang menganjar dalam perjalan waktu sudah bisa kita atasi dan kita tetap eksis sampai sekarang," kata Sjamsul Kahar.

Wartawan senior tersebut mengungkapkan tidak mudah mempertahankan koran harian hingga usia 31 tahun. Apalagi Aceh pernah dilanda konflik yang berkepanjangan. "Saya tidak bisa ngecap karena semua saudara-saudara tahu tidak gampang," katanya.

Dengan adanya silaturahmi itu, Sjamsul Kahar berharap persatuan dan kekompakan baik mantan karyawan maupun karyawan Serambi yang ada saat ini semakin kuat.

"Mari kita berdoa semua, supaya semangat yang kita capai hari ini dipelihara Allah dengan memberikan bimbingan kepada kita untuk melaju terus kemasa depan," pungkasnya.

Acara silaturahmi itu diakhiri dengan makan bersama kuah beulangong. Seusai makan, para mantan karyawan Serambi menyempatkan diri melihat dapur redaksi, tempat mereka pernah bekerja. Tentu berbeda dengan zaman dulu.

Saat melihat meja bundar, tempat digelar rapat harian untuk menentukan berita yang akan diterbitkan, salah satu dari Old Legion Serambi (OLS), Muhammad AH mengajak rekannya yang lain untuk melaksanakan rapat redaksi.

Dengan spontan para mantan karyawan tersebut sepakat dan langsung duduk di meja bundar. Rapat dadakan itu dipimpin Bakti Siahaan, yang saat ini sudah menjadi Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Di meja bundar itu, masing-masing dari mereka bernostalgia dengan mengulangi kembali kepingan sejarah yang pernah dialami. Seperti reaksi pimpinan saat melihat berita yang diusulkan tidak berbobot. Mereka juga bercerita kisah-kisah lucu yang pernah mereka lalui.

Di meja bundar tersebut, suasana bisa saja tegang dan bisa saja santai. Tak jarang juga gelak tawa pecah di meja tersebut. Saat rapat dadakan itu berlangsung, hadir juga Wakil Pemimpin Umum, Mawardi Ibrahim dan Pemimpin Redaksi, Zainal Arifin M Nur.(mas)  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved