Luar Negeri

Turki Jatuhkan 2 Jet Tempur, Hancurkan 8 Helikopter, 103 Tank, dan 72 Peluncur Roket Milik Suriah

Hubungan Rusia dan Turki makin tegang setelah serangan udara di Suriah yang menewaskan sedikitnya 33 tentara Turki.

ANADOLU AGENCY/MEHMET AKIF PARLAK
Kendaraan lapis baja Angkatan Bersenjata Turki membawa pasukan menuju perbatasan Suriah di Sanliurfa Turki. Pasukan Turki bersama dengan Tentara Nasional Suriah memulai Operasi Peace Spring di Suriah utara melawan PKK/YPG, teroris Daesh, di seluruh distrik Akcapinar dari Sanliurfa, Turki, Rabu 9 Oktober 2019. 

SERAMBINEWS.COM - Hubungan Rusia dan Turki makin tegang setelah serangan udara di Suriah yang menewaskan sedikitnya 33 tentara Turki.

Sebagai balasan, Turki menembak jatuh dua pesawat tempur Suriah di Idlib pada hari Minggu (01/03/20).

Selain itu, Turki juga menyerang bandara militer yang terletak jauh di luar garis depan.

Melansir Reuters, Ankara telah meningkatkan serangannya, termasuk serangan pesawat tak berawak, terhadap pasukan Suriah yang didukung Rusia.

Turki telah mengerahkan ribuan tentara dan kendaraan militer di provinsi barat laut Suriah, Idlib pada bulan lalu untuk membendung kemajuan pasukan pemerintah Suriah yang telah memindahkan 1 juta orang di dekat perbatasan selatan Turki.

Setelah menampung 3,6 juta pengungsi Suriah, Ankara bertekad untuk mencegah gelombang masuk lebih jauh dari Suriah.

Ia juga membiarkan migran melintasi perbatasannya ke Uni Eropa, dalam upaya nyata untuk mendesak dukungan UE dalam mengatasi krisis Suriah.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan, dalam empat hari terakhir pasukan Turki telah menghancurkan delapan helikopter, 103 tank, 72 howitzer, peluncur roket, drone dan enam sistem pertahanan udara.

Dia menjuluki operasi Turki, serangan keempat di Suriah dalam empat tahun, "Operation Spring Shield".

Sebagai tanggapan, tentara Suriah mengatakan mereka menembak jatuh tiga drone Turki dan memperingatkan akan menjatuhkan pesawat apa pun yang menembus ruang udara di barat laut, yang telah dikendalikan selama bertahun-tahun oleh sekutu utama Rusia Presiden Bashar al-Assad Rusia.

Halaman
123
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved