Berita Aceh Tamiang
Dewan Sidak RSUD AcehTamiang, Ini Hasil Temuannya
“Karena selama ini masyarakat kita lebih percaya ke rumah sakit di Medan atau Langsa. Ini kan tidak bagus kalau terus dibiarkan,” kata Wan Tanindo.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
“Karena selama ini masyarakat kita lebih percaya ke rumah sakit di Medan atau Langsa. Ini kan tidak bagus kalau terus dibiarkan,” kata Wan Tanindo, sapaan Irwan.
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Komisi I DPRK Aceh Tamiang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Aceh Tamiang, Selasa (3/3/2020).
Inspeksi mendadak ini dilakukan seluruh anggota Komisi I yang berjumlah tujuh orang, bersama Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dan Plt Sekretaris DPRK Aceh Tamiang, Adi Darma.
Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Irwan menjelaskan, sidak ini bertujuan untuk memastikan mutu pelayanan dan keberadaan tenaga honorer di rumah sakit pemerintah itu.
Dia memastikan, kegiatan ini bukan untuk memojokkan manajemen rumah sakit.
Namun, justru untuk membantu rumah sakit memperbaiki pelayanannya agar bisa menjadi rumah sakit andalan daerah.
“Karena selama ini masyarakat kita lebih percaya ke rumah sakit di Medan atau Langsa. Ini kan tidak bagus kalau terus dibiarkan,” kata Wan Tanindo, sapaan Irwan.
• Geledah Kantor BPKD dan DPUPR Subulussalam, Kajari: Penyidik Kesulitan Dapatkan Dokumen dari Telapor
Sementara keberadaan honorer atau pegawai daerah dengan perjanjian kerja (PDPK) perlu diperhatikan.
Karena sudah ada edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tentang larangan mengangkat tenaga honor.
“Tapi nyatanya pada 2019 ada terjadi pengangkatan honorer. Artinya ada penyisipan, kenapa bisa begini,” timpal Fadlon.
Sementara Jayanti Sari, anggota Komisi I secara tegas meminta Direktur RSUD Aceh Tamiang, T Dedy Syah menertibkan oknum dokter yang membuat BPJS merugi.
Menurutnya, ada beberapa oknum dokter yang melakukan diagnosa melebihi kondisi pasien dengan harapan mendapat klaim BPJS.
“Harapan saya direktur tertibkan oknum dokter yang membuat tekor BPJS, penanganan yang tidak ada dibuat-buat. Harus sesuai kebutuhan pasien,” tegasnya.
Dalam sidak ini, seluruh anggota dewan sempat berkeliling melihat sejumlah ruangan rawat inap dan berdialog dengan sejumlah perawat dan tenaga honorer.
Dewan sempat menyoroti tingginya angka antrean di loket pengambilan obat. (*)
• Asdep Kemko Kemaritiman: Potensi Wisata Aceh Singkil Nomor Wahid dan Paten, Lalu Mau Diapain?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dprk-aceh-tamiang-sidak-rsud.jpg)