Berita Abdya
Ini Penyebab belum Cair Dana BOS Seluruh Sekolah di Abdya
Dugaan sementara, ada kesalahan usulan jumlah dana per siswa. Sebab, tahun 2020 dana BOS yang dihitung per siswa bertambah Rp 100.000.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Nurul Hayati
Dugaan sementara, ada kesalahan usulan jumlah dana per siswa. Sebab, tahun 2020, dana BOS yang dihitung per siswa bertambah Rp 100.000 dari tahun sebelumnya.
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE- Dana BOS (bantuan operasional sekolah) Tahap I tahun 2020 untuk seluruh sekolah (SD,SMP,SMA/SMK/SLB) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), belum juga cair hingga Selasa (3/3/2020).
Belum ditransfernya dana operasional oleh pemerintah pusat, membuat pusing para kepala sekolah menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan mulai pertengahan bulan ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Saiful dihubungi Serambinews.com, Selasa, Selasa (3/3/2020) membenarkan.
Kalau dana BOS belum masuk rekening sekolah, meliputi SD dan SMP.
Saiful yang baru saja dilantik menempati jabatan tersebut mengaku, belum mengetahui secara pasti penyebabnya.
Sehingga Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI belum mentransfer dana BOS ke rekening sekolah.
• Indonesia Positif Corona, Istana Diperketat, Suhu Tubuh Beda 1,5 Derajat dari Normal Dilarang Masuk
Dugaan sementara, ada kesalahan usulan jumlah dana per siswa.
Sebab, tahun 2020, dana BOS yang dihitung per siswa bertambah Rp 100.000 dari tahun sebelumnya.
Tingkat SD menjadi Rp 900.000 per siswa dan Rp 1.100.000 per siswa SMP.
Sedangkan usulan para kepala sekolah yang diajukan pada pertengan Januari lalu masih seperti tahun lalu, yaitu Rp 800.000 per siswa SD dan Rp 1 juta per siswa SMP.
“Kesalahan usulan tersebut harus diperbaiki lagi,” kata Kabid Dikdas, Saiful.
Ada juga informasi yang berkembang di kalangan kepala SD di Abdya, bahwa penyebab belum cair dana BOS Tahap I karena salah satu SD di Kecamatan Susoh salah input nomor rekening sekolah.
“Salah input nomor rekening oleh salah satu SD di Susoh, sehingga berdampak seluruh sekolah belum cair dana BOS,” kata salah seorang guru SD di Kecamatan Kuala Batee.
Namun, Kabid Dikdas pada Disdikbud Abdya, Saiful menjelaskan kesalahan input nomor rekening salah satu SD itu sudah berhasil diatasi.
“Sekarang, nomor rekening sekolah seluruhnya sudah valid,” katanya.
• Komisi X DPR RI Sahuti Dana Pembangunan GOR Pidie Rp 15 Miliar, Begini Harapannya
Sedangkan penyebab belum cair dana BOS untuk seluruh SMA dan SMK di Abdya dimana pengelolaannya sudah beralih ke provinsi, juga belum diketahui.
Bahkan menurut Kepala SMAN Tunas Bangsa, Arianto kepada Serambinews.com, Selasa (3/3/2020), para kepala SMA setempat belum juga menerima SK Penetapan Penerimaan dana Bos tahun 2020.
“Sebelum cair dana BOS, ada SK penetapan penerimaan dana BOS, SK ini belum kita terima,” katanya.
Seperti diberitakan, seluruh sekolah meliputi SD,SMP,SMA/SMK/SLB) di Kabupaten Abdya, belum juga cair dana BOS Tahap I tahun 2020 hingga Selasa (3/3/2020).
Para sekolah setempat, terutama tingkat SMA/SMK/SLB dilaporkan pusing menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS) dimulai 16 Maret mendatang.
“Kita mulai pusing menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS) mulai 16 Maret dan UN mulai 30 Maret mendatang. Dana BOS sangat diperlukan untuk menyusun dan mencetak soal, termasuk konsumsi guru,” kata Kepala SMAN Tunas Bangsa, Arianto kepada Serambinews.com, Selasa (3/3/2020).
• Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh, 5 Makanan Ini Cocok untuk Menangkal Virus Corona
Belum lagi kebutuhan ATK (alat tulis kantor) harus ditanggulangi dengan dana pribadi kepala sekolah atau utang pada toko-toko yang menyediakan alat tulis.
Sebagai cacatan, skema penyaluran dana BOS sudah berubah. Jika sebelumnya disalurkan melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), mulai tahun 2020, Kemenkeu RI langsung mentransfer dana BOS ke rekening sekolah.
Tahapan pencairan juga berubah, bila tahun sebelumnya dicairkan empat kali setahun (4 triwulan), tahun ini disalurkan tiga tahap atau tiga kali setuhun (empat bulan sekali).
Tahap I cair 30 persen, tahap II 40 persen, dan tahap III cair 30 persen dari jumlah alokasi dana BOS sekolah bersangkutan.
Para kepala sekolah setempat telah mengerim nomor rekening sekolah pada Januari lalu dengan cara mengisi dalam web Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.
Di Abdya, punya 15 unit Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk 3 SMA Swasta dan 5 unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta 1 unit Sekolah Luar Biasa (SLB), terdiri atas SDLB, SMPLB dan SMALB.
Seluruh sekolah terasebut dikelola Pemerintah Aceh.
Para kepala sekolah sudah berulang kali mengecek pada bank.
Namun, dana BOS belum ditransfer pemerintah pusat.
• Dunia Sedang Heboh dengan Corona, Korea Utara Tiba-tiba Luncurkan Roket, Korea Selatan Siaga
Bukan saja SMA dan SMK, seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Abdya juga belum cair dana BOS tahap I 2020.
“Kepala sekolah yang kita tanya mengaku bahwa dana belum masuk ke rekening sekolah,” kata Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya, Saiful dihubungi Serambinews.com, Selasa.
Kabupaten Abdya memiliki 108 SD dan 29 SMP, termasuk 5 SMP Swasta di bawah pengelolaan pemkab setempat.
Peristiwa belum cair dana BOS 2020 dikatakan memang belum menganggu Proses Belajar Mengajar (PBM).
Karena kebutuhan operasional sekolah ditalangi dengan dana pribadi para kepala sekolah atau mengutang pada toko-toko, terutama untuk kebutuhan ATK.
“Kebutuhan buku paket kita utang dulu di toko, dibayar setelah cair dana BOS,” kata Kafrawi, Kepala SMPN 1 Kuala Batee kepada Serambinews.com.
Dampak belum cair dana BOS memasuki bulan awal Maret ini, para kepala sekolah semakin kewalahan menanggulangi kebutuhan operasional sekolah.
Termasuk kebutuhan dana membayar honor para guru honorer (guru honorer non kontrak daerah).
Tidak kunjung cair dana BOS diakui sangat membingungkan para kepala sekolah di Abdya.
• Lhokseumawe Belum Ada yang Suspect Virus Carona, Ini Upaya Pencegahan yang Dilakukan Dinkes
Pasalnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, dilaporkan sudah menyalurkan dana BOS sebanyak Rp 8 triliun ke rekening sekolah.
“Per Jumat, 14 Februari sudah Rp 8 triliun ke sekolah,” kata Kepala Sub Direktorat Dana Desa Otonomi Khusus dan Dana Keistimewaan Kemenkeu, Kresnadi Prabowo Mukti, Sabtu (15/2) seperti dikutip harian ini, Minggu (16/2/2020).
Dari informasi diperoleh kepala sekolah bahwa di Aceh hanya satu sekolah yang sudah cair dana BOS tahap I tahun 2020, yaitu SKM di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. (*)
• Waspada Virus Corona, Masker Habis Diborong di Pasaran dan Apotek di Banda Aceh, Harganya Melambung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dana-bos_20160303_120014.jpg)