Breaking News:

Jabat Tangan Dilarang untuk Cegah Penyebaran Corona, Negara-negara ini Bikin Cara Baru Untuk Menyapa

Pakar kesehatan sudah mengimbau agar kontak fisik diminimalkan demi menghindari terinfeksi virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu.

Editor: Amirullah
Intisari online
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Jabat tangan merupakan suatu bentuk tersendiri dari sebuah etika sopan santun di masyarakat.

Namun sejak akhir Desember 2019 lalu, setelah virus corona menyebar, jabat tangan kini malah enggan dilakukan.

Ini dikarenakan banyak orang takut akan tertular virus mematikan ini melalui jabat tangan.

Namun, sejumlah negara di dunia kini mulai mempertimbangkan etika cara menyapa yang baru sejak virus itu menjangkiti lebih dari 90.000 orang.

Pakar kesehatan sudah mengimbau agar kontak fisik diminimalkan demi menghindari terinfeksi virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu.

Masker juga Langka di Luar Negeri, Warga Harus Pakai Popok Bayi Hingga Bra Wanita untuk Cegah Corona

Terlilit Utang, Lansia 67 Tahun ini Nekat Rampok Toko Emas Sambil Bawa Senja Api Sendirian

Twitter Coba Fitur ala Story Instagram dan WhatsApp, Tagar RIPTwitter Trending

Dilansir AFP via The Guardian Selasa (3/3/2020), berikut merupakan cara menyapa pengganti jabat tangan di tengah penyebaran virus corona.

1. China

Di Beijing, ibu kota negara yang pertama kali melaporkan wabah tersebut, sebuah papan iklan menampilkan bentuk sapaan baru kepada warganya.

Otoritas menginstruksikan warganya untuk melakukan gestur gong shou, yakni menggabungkan kepalan di tangan kanan dengan tangan kiri yang terbuka.

Cara tersebut merupakan gestur tradisional yang sudah mengakar selama ribuan tahun di Negeri "Panda".

2. Perancis

Menteri Kesehatan Perancis Olivier Veran memerintahkan agar pelukan maupun ciuman pipi (cipika-cipiki) sebisa mungkin dikurangi.

Meski begitu, Presiden Emmanuel Macron sempat terekam bersentuhan pipi dengan Perdana Menteri Italia Gouseppe Conte di Naples pekan lalu.

Pakar gaya hidup Philippe Lichtfus mengatakan, jabat tangan sejatinya adalah perkembangan baru dalam kebudayaan manusia, yang dimulai di Abad Pertengahan.

Halaman
123
Sumber: Suar.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved