Jurnalisme Warga

Pengabdian yang Membawa Berkah

Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Bireuen, mengemas program pengabdian kepada masyarakat dengan nama Kuliah Kerja Mahasiswa

Pengabdian yang Membawa Berkah
IST
ZULKIFLI, M.Kom, Akademisi Universitas Almuslim Peusangan, melaporkan dari Matangglumpang Dua, Bireuen

OLEH ZULKIFLI, M.Kom, Akademisi Universitas Almuslim Peusangan, melaporkan dari Matangglumpang Dua, Bireuen

Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Bireuen, mengemas program pengabdian kepada masyarakat dengan nama Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Ini merupakan mata kuliah wajib yang harus diikuti mahasiswa dengan bobot empat satuan kredit semester (SKS).

Bagi Umuslim, pelaksanaan program  KKM  bukanlah program baru, melainkan sudah lama berjalan dan sempat terhenti beberapa tahun akibat konflik bersenjata. Baru pada tahun 2009 program ini digerakkan kembali di bawah kendali suatu badan pengelola program pengabdian masyarakat dengan nama badan pelaksana (Bapel-KKM).    

Program KKM baru saja selesai dilaksanakan Umuslim di Kabupaten Bener Meriah selama satu bulan penuh. Program ini, diakui atau tidak, telah memberi banyak pelajaran bagi peserta.

KKM adalah nama lain dari Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program ini pada awalnya merupakan program pengabdian masyarakat yang sangat populer, walaupun dalam pelaksanaannya banyak menemui tantangan, bahkan diplesetkan menjadi Kalon-Kalon Nanggroe (sekadar lihat-lihat negeri) atau Koh-Koh Naleun (potong-potong rumput).

Di balik plesetan bernada miring tersebut, sebetulnya banyak keberhasilan dan manfaat yang diperoleh masyarakat desa selama KKM dilaksanakan di desa mereka. Ada peserta KKM yang sampai hari ini masih berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan keluarga tempat ia dulunya mengabdi. KKM telah menjadikan mereka saudara dan bagaikan satu keluarga walaupun sebelumnya orang tua mereka tak saling mengenal.

Melalui program KKM ini diharap dapat menghasilkan perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi masyarakat tempat mahasiswa mengabdi, sehingga lahirnya kerja sama yang sinergis dan berorientasi pada kemandirian masyarakat di desa.

Di sisi lain, dengan kehadiran mahasiswa di desa diharapkan mahasiswa dapat melatih diri menjadi motivator, katalisator, dan inovator di tengah-tengah masyarakat,  juga sebagai partner masyarakat dan mitra pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Selain itu, dengan terjunnya mahasiswa secara langsung ke tengah masyarakat mereka dapat mengumpulkan berbagai informasi sebagai bahan untuk diteliti dengan metodologi ilmiah. KKM juga dapat mendewasakan mahasiswa, karena tercipta dan meningkatnya jiwa pengabdian dan partisipasi aktif mahasiswa plus dosen dalam membangun desa.

 Ya begitulah, selama satu bulan para mahasiswa Umuslim belajar dan meresapi kehidupan pedesaan. Telah banyak pelajaran dan pengalaman yang mereka rasakan, apalagi sentuhan kelembutan para reje (kepala desa) dalam menerima mereka yang penuh kasih sayang, persaudaraan, dan semangat kekeluargaan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved