Serambi Award 2020

Tamiang Remajakan Kelapa Sawit

Teknik tumbang susun ini sendiri lebih dipilih oleh petani di Kecamatan Kaloy. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang

for Serambinews.com
TANAM PERDANA - Bupati Aceh Tamiang, Mursil melakukan penanaman perdana kelapa sawit, bagian dari peremajaan kelapa sawit di lahan ribuan hektare. 

Tamiang Remajakan Kelapa Sawit

Piagam Serambi Award 2020 Aceh Tamiang
Piagam Serambi Award 2020 Aceh Tamiang (for Serambinews.com)

KABUPATEN Aceh Tamiang telah menjadi salah satu pusat perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Tak heran bila sebagian besar masyarakatnya menjadikan tanaman penghasil CPO ini sebagai penopang utama perekonomian.

Data terakhir, 44 ribu hektare dataran di Aceh Tamiang merupakan hamparan perkebunan kelapa sawit, namun jangan dibayangkan seluruh areal ini diisi tanaman produktif yang menghasilkan keuntungan.

Justru tidak sedikit masyarakat yang mulai terbebani biaya produksi yang tidak setimpal dengan hasil diraih akibat ketidak-stabilan harga jual.

Kondisinya menyebabkan lahan kelapa sawit milik masyarakat tidak terurus dan hanya menjadi lahan semak. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyadari betul kegundahan yang dialami petani kelapa sawit.

Berbagai upaya untuk memperbaiki situasi ini pun terus dilakukan, salah satunya melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program ini bagian dari upaya pemerintah meremajakan kembali harapan petani kelapa sawit yang sempat surut dihantam kampanye negatif dunia barat. “Masyarakat kita masih banyak yang mengandalkan perkebunan kelapa sawit sebagai andalan perekonomian keluarga.

Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur bersama Pemimpin Perusahaan, Mohd Din menyerahkan sertifikat Serambi Award 2020 kepada Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH MKn.
Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur bersama Pemimpin Perusahaan, Mohd Din menyerahkan sertifikat Serambi Award 2020 kepada Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH MKn. (for Serambinews.com)

Tidak mudah meminta mereka mengalihkan profesinya, maka solusi yang diambil kita harus mendukung mereka untuk kembali bangkit,” kata Bupati Aceh Tamiang H Mursil, SH, MKn. Mursil menegaskan program ini menyasar perkebunan kelapa sawit milik individu dan bukan yang dikelola perusahaan.

PMTOH Bangun Usaha Bidang Kargo  

 Tanaman kelapa sawit yang sudah tidak produktif ditebang dan diganti dengan tanaman baru dan semua pekerjaan dilakukan oleh koperasi yang sebelumnya sudah ditunjuk sebagai pelaksana. “Masyarakat tidak dikutip biaya, biaya sudah ditanggung pemerintah sampai selesai,” lanjut Mursil. Pelaksanaan replanting ini pun sudah disusun melalui juklak dan juknis yang rinci. Misalnya tentang teknik

penumbangan, petani diberi dua pilihan, yaitu tumbang chipping (pencacahan) serta tumbang susun. Di Babo sendiri para petani lebih memilih tumbang chipping. Artinya batang kelapa sawit yang ditumbangkan langsung dicacah atau tidak dimanfaatkan, sementara tumbang susun batang kelapa sawit bisa dimanfaatkan untuk membuat gula sawit.

“Kalau saya lebih menganjurkan petani memilih tumbang susun, sebab satu batang kelapa sawit bisa menghasilkan 40 kilogram gula sawit. Gula hasil produk turunan kelapa sawit ini juga memiliki harga jual tinggi, Rp 18 ribu per kilogram,” kata Mursil.

Debit Air Berkurang, Wabup Abdya Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

Teknik tumbang susun ini sendiri lebih dipilih oleh petani di Kecamatan Kaloy. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang telah menyediakan penyuluh yang akan memandu petani memproduksi gula sawit.

“Kami juga menyadari betul pelaksanaan program ini menciptakan jeda yang lumayan panjang bagi petani untuk memetik hasil. Solusi yang kami tawarkan berupa tanaman pendamping jagung dan kedelai (Jali).

Dua jenis tanaman ini akan ditanam sebagai alternatif petani memenuhi kebutuhan hidupnya,” ungkap Mursil. Mantan Kepala Kanwil Badan Pertanahan Negara (BPN) Aceh ini berharap masyarakat memanfaatkan program ini dengan baik agar ke depan “lahan tidur” mereka bisa kembali berproduksi.

Tak Mau Jatuh ke Pelukan Perempuan Lain, Ibu di Gorontalo Nikahi Anak Kandungnya, Berikut Faktanya

Target program jelas hanya untuk membantu masyarakat kembali mandiri dan mampu mengelola perkebunan kelapa sawit lebih baik. Tanam perdana PSR ini sendiri sudah dimulai dengan penanaman perdana di Kampung Jamborambong, Kecamatan Bandarpusaka Selasa (6/8/2019) dan dihadiri sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek akbar ini, di antaranya Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh Hanan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Bank Aceh selaku mitra perbankan.

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved