Kamis, 7 Mei 2026

Kasus Virus Corona di Arab Saudi Bertambah Jadi 21 Orang

Menurut laporan dari Khaleej Times, pasien terbaru ini sempat berada di Mesir sebelum terbang ke Amerika Serikat (AS) selama 14 hari sebelum kedatanga

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP/ABDEL GHANI BASHIR
Situasi di sekitar Kabah, di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, kosong dari para jemaah saat diberlakukan sterilisasi, Kamis (5/3/2020). Terkait merebaknya virus corona, Pemerintah Arab Saudi menutup sementara kegiatan umrah dan melakukan sterilisasi di sekitar Kabah termasuk lokasi untuk melakukan sai di antara Bukit Safa dan Marwah.(AFP/ABDEL GHANI BASHIR) 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Rabu (11/3/2020) Arab Saudi mengumumkan kasus infeksi baru virus corona.

Penambahan ini membuat "Negeri Petrodollar" mencatatkan 21 pasien virus corona.

Menurut laporan dari Khaleej Times, pasien terbaru ini sempat berada di Mesir sebelum terbang ke Amerika Serikat (AS) selama 14 hari sebelum kedatangannya di Bandara Jeddah.

Di bandara itulah kamera pemantau suhu tubuh mendeteksi peningkatan suhu pasien.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Arab Saudi sebelumnya mengumumkan jumlah pasien virus corona sebanyak 20 orang pada Senin (9/3/2020).

Sementara itu data dari South China Morning Post (SCMP) menunjukkan belum ada korban meninggal dari kasus infeksi SARS-CoV-2 di Arab Saudi.

Langkah antisipasi

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan kasus positif pertama virus corona pertama di negara mereka pada Senin (2/3/2020).

Dikutip dari kantor berita SPA via Arab News, penderita disebut melakukan perjalanan dari Iran melalui Bahrain.

Arab Saudi seperti dikutip dari Reuters, mengatakan pada Minggu (1/3/2020), pihaknya telah menyiapkan 25 rumah sakit untuk menangani setiap kasus virus corona yang mungkin terdeteksi di kerajaan tersebut.

Persiapan itu sebagai bagian dari langkah pencegahan, termasuk upaya sebelumnya dengan menutup perbatasannya dengan jemaah umrah.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammed Abdelali mengatakan di konferensi pers, 2.200 tempat tidur rumah sakit disiapkan untuk kasus karantina.

Arab Saudi, yang memiliki dua situs paling suci Islam, juga sempat mengumumkan larangan orang asing datang untuk umrah, yang dapat dilakukan setiap saat sepanjang tahun.

Termasuk melarang kedatangan jemaah dari setidaknya 25 negara di mana virus telah ditemukan.

Kemudian pada Kamis (5/3/2020) Pemerintah Arab Saudi mengatakan, Iran harus bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah kasus vorus corona yang tersebar di seluruh dunia.

Pasalnya, sebuah sumber resmi menuduh Iran telah melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Tindakan itu adalah mengizinkan warga Saudi masuk ke Iran tanpa membubuhkan cap di paspor mereka selama virus corona merebak.

Banyak Tuai Kecaman karena Dinilai Lecehkan Perempuan, Komentator Bola Rama Sugianto Minta Maaf

VIRAL Kisah Murid SD Ramai-ramai Minta Guru Honorer Beliin Permen, Doain Pak Guru Besok Gajian Ya

Jadwal All England Open 2020 - Jojo Buka Perjuangan Indonesia, Bertanding Melawan Wakil Malaysia

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Virus Corona di Arab Saudi Bertambah Jadi 21 Orang"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved