Bank Aceh Syariah Bekali 110 Petani Tiram

PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional membekali 110 petani tiram tentang budidaya modern agar potensi tiram dapat digarap

FOR SERAMBINEWS.COM
Direktur Bisnis PT Bank Aceh Syariah, Bob Rinaldi, dan Pemimpin Kantor Pusat Operasional, Fadhil Ilyas menyerahkan bantuan peralatan tiram kepada petani tiram di Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (11/3/2020). 

BANDA ACEH - PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional membekali 110 petani tiram tentang budidaya modern agar potensi tiram dapat digarap secara optimal. Kegiatan 'Pelatihan Budidaya Tiram dan Digital Marketing' itu berlangsung di Hotel Hanifi, Banda Aceh, 9-10 Maret 2020.

Demikian diungkapkan Direktur Bisnis PT Bank Aceh Syariah, Bob Rinaldi kepada Serambi, Rabu (11/3/2020). Menurutnya, kegiatan itu merupakan upaya Bank Aceh bekerja sama dengan Arya Trikarya Optima dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat yang berada di kawasan pesisir.

"110 petani tiram yang mendapat pelatihan itu didominasi petani tiram Tibang dan Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala. Bank Aceh fokus pada pengembangan potensi ekonomi yang dimiliki oleh masing-masing daerah," ujar Bob.

Selain itu, di sepanjang 2019, Bank Aceh Syariah sudah memberikan pelatihan kepada 3.000 pelaku usaha yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Sementara itu, Pemimpin PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, mengatakan sebanyak 110 petani tiram diedukasi tentang budidaya menggunakan keramba dari pipa paralon dengan media ban bekas.

Peserta juga diberikan pengetahuan media digital, sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. "Pelatihan budidaya tiram dengan pendekatan pemasaran secara digital dapat melahirkan pengusaha yang adaptif terhadap perkembangan zaman," sebutnya.

Pada pelatihan itu, peserta juga diajak mengunjungi lokasi budidaya tiram di Alue Naga dan Tibang. Di samping itu turut diserahkan bantuan peralatan kerja secara simbolis kepada petani tiram oleh Direktur Bisnis PT Bank Aceh Syariah, Bob Rinaldi.

Di sisi lain, praktisi budidaya tiram sekaligus Ketua Kelompok Petani Tiram Alue Naga dan Tibang, Syardani M Syarif yang akrab disapa Teungku Jamaica mengatakan, sebagai sumber daya laut yang potensial, komoditas tiram selama ini belum dibudidayakan dan dipasarkan secara optimal.

Padahal, pesisir wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar menyimpan potensi yang besar bagi budidaya hewan laut yang kaya manfaat itu. "Proses pengambilan tiram masih dilakukan manual, dan penjualannya secara langsung tanpa memberikan nilai tambah," ujarnya.

Ia mengatakan, produksi tiram saat ini di Banda Aceh baru mencapai berat bersih 50-100 kg. Sedangkan permintaan tiram sangat tinggi, terutama dari luar kota dan luar negeri. "Di kota besar, satu porsi tiram dijual dengan harga yang fantastis. Tapi kita di sini masih menjualnya dengan pola yang sangat konvensional," ujarnya.  

Disebutkan, pola pemanenan secara manual hanya dapat menghasilkan tiram dengan ukuran 2-5 cm. Tapi dengan budidaya terkini, ukuran tiram dapat mencapai 15 cm dalam kurun waktu enam bulan. "Hal itu tentu berdampak pada kenaikan harga yang sangat signifikan," kata Jamaica. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved