Breaking News:

Salam

Kita Berharap Wabah Corona Segera Berlalu  

Sejak kemarin (12 Maret 2020) Kementerian Agama RI menutup sementara aplikasi pendaftaran umrah Siskopatuh atau Sistem Komputerisasi

HUMAS PEMERINTAH ACEH
Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hanif, Direktur RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine dan rombongan meninjau ruangan serta fasiitas ruang Isolasi Respiratory Intensive Care Unit (RICU), tempat perawatan pasien suspect virus Corona di RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh, Kamis (12/3/2020) 

Sejak kemarin (12 Maret 2020) Kementerian Agama RI menutup sementara aplikasi pendaftaran umrah Siskopatuh atau Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus sehubungan mewabahnya virus Corona di berbagai negara, termasuk di Arab Saudi dan Indonesia. ASiskopatuh kami tutup sementara. Ini dilakukan menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan sementara ibadah umrah atau ziarah. Selama ditutup sementara, maka tidak menerima pendaftar baru," kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim.

Kebijakan tersebut diambil karena belum ada kepastian pencabutan kebijakan penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi. Aplikasi Siskopatuh akan kembali dibuka jika Arab Saudi kembali membuka akses ke negara tersebut untuk umrah dan haji khusus.

Terkait penutupan sementara Siskopatuh dan penangguhan sementara akses masuk Saudi, Kemenag juga sudah menerbitkan surat pemberitahuan untuk Pimpinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah, dan Perusahaan Asuransi Perjalanan Ibadah Umrah. PPIU diminta melakukan penjadwalan ulang keberangkatan jamaah yang telah mendaftar.

Pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah umrah ini diingatkan supaya tetap mengutamakan kepentingan jamaah, dengan tidak membebankan biaya tambahan kepada jamaah termasuk jamaah yang sudah memiliki jadwal setelah kebijakan Pemerintah Arab Saudi diberlakukan. Artinya, jika kemudian ada jamaah yang dimintai biaya tambahan, maka itu bisa dilaporkan ke Kemenag. 

Menurut catatan Kemenag, ada 2.393 jamaah umrah Indonesia yang tertunda keberangkatannya akibat virus Corona. Jamaah yang berasal dari 75 PPIU rencananya diangkut delapan maskapai penerbangan. Selain itu, ada 1.685 jamaah yang sempat tertahan di negara transit dan kini sudah dipulangkan ke Indonesia dengan maskapai sesuai kontraknya. Untuk jamaah yang sudah melunasi pembayaran umrah tercatat ada 32.994 orang. Menurut data di Siskopatuh, jamaah awalnya akan diberangkatkan pada 28 Februari hingga 31 Mei 2020.

Penyetopan sementara kegiatan ibadah umrah tentu menyedihkan banyak calon jamaah yang sudah bertahun-tahun merindukan shalat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram di Mekkah serta berkunjung ke tempat-tempat berjejak Rasulullah Saw. Namun, penyetopan itu demi menjaga kesehatan atau bahkan keselamatan para jamaah agar tidak terinfeksi virus Corona.

Virus yang sedang mewabah di sejumlah negara merupakan force majeure yang luar biasa. Jadi, kita kaum muslim di manapun berada tak boleh bersedih hati atas keputusan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia yang bertujuan mencegah jamaah umrah dari infeksi Corona.

Dari segi ekonomi, Pemerintah Arab Saudi sebetulnya termasuk pihak yang paling merugi atas penyetopan ini. Makanya, kita berharap penanggulangan virus Corona di berbagai negara bisa berhasil, sehingga penyetopan umrah tidak berlangsung lama. Yang paling penting lagi, kita berdoa, agar wabah Corona sudah berlalu sebelum musim haji tiba. Sebab, jika sampai ibadah haji juga terganggu oleh Corona, maka tentu kita sangat bersedih atau tertundanya pelaksanaan Rukun Islam itu.  

Bukan hanya jamaah yang terpukul, tapi menurut Ketua Sarikat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi, pihaknya termasuk yang ikut sangat merugi dari segi ekonomi. Makanya, Sapuhi berharap pemerintah memberikan solusi atas dampak pelarangan penerbitan visa umrah oleh Kerajaan Arab Saudi. Menurutnya, pelaku usaha diprediksi mengalami kerugian paling tidak Rp 2 triliun per bulan akibat penyetopan sementara tersebut.

Selain itu, harian ini kemarin juga melaporkan tentang kebijakan lokal di Mekkah. Pemerintah setempat hanya mengizinkan kegiatan Shalat Jumat hari ini selama 15 menit, setelah itu masjidil haram harus dikosongkan. Sedangkan di sekeliling Ka=bah sejak beberapa hari terakhir memang sudah diseterilkan. Sehingga suasana terdekat dengan kiblat umat Islam itu benar0benar bersih dan sepi. Benar-bvenar pemandangan yang tak pernah kita lihat sebelumnya.

Oleh karena itu, selain berupaya meningkat kualitas hidup sehat kita pun sudah dianjurkan berdoa dan membaca Qunut Nazilah setiap kali shalat agar virus Corona segera berlalu. Aamiiin.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved